SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Karbohidrat untuk Kelas XII

Asmaul Husna

Abstrak


ABSTRAK

 

Husna, Asmaul. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Karbohidrat untuk Kelas XII, Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Betty Lukiati, M.S.

 

Kata Kunci : Media Pembelajaran, Glikalkula, Katabolisme Karbohidrat

 Metabolisme merupakan semua proses yang terjadi dalam sistem kehidupan untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Materi metabolisme merupakan materi yang diajarkan pada siswa kelas XII semester satu. Metabolisme sel masuk dalam Kompetensi Dasar 3.2 pada kurikulum 2013. Materi metabolisme sel meliputi enzim, katabolisme karbohidrat dan anabolisme. Berdasarkan hasil pengisian angket observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2014 oleh 32 siswa kelas XII di SMAN 1 Kepanjen menunjukkan bahwa 53,13% (17 siswa) mengalami kesulitan dalam memahami konsep metabolisme khususnya pada materi katabolisme karbohidrat. Keterbatasan media yang menunjang proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab. Sehingga perlu dikembangkan media pembelajaran yangsesuai dan dapat mendukung proses pembelajaran.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran glikalkula untuk materi katabolisme karbohidrat dan mengetahui kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ASSURE yang terdiri dari 6 tahap yaitu (1) Analize Learner (Menganalisa Siswa), (2) State Objectives (Menyatakan Tujuan), (3) Select Method, Media and Materials (Memilih Metode, Media dan Materi), (4) Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Media dan Materi), (5) Require Learner Participation (Meminta Partisipasi Siswa), dan (6) Evaluate and Revise (Evaluasi dan Revisi).

 Jenis data dalam penelitian & pengembangan adalah data kuantitatif yang didapatkan dari hasil skor instrumen penilaian dan data kualitatif dari kritik dan saran pada instrumen penilaian yang sama. Instrumen penilaian tersebut diberikan kepada dosen ahli materi dan ahli media untuk mengetahui validitas media pembelajaran serta kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan.

 

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan sedikit revisi atau perbaikan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penilaian oleh ahli materi medapatkan nilai sebesar 72,5% ternasuk dalam kategori valid, ahli media memberikan nilai sebesar 75% juga nasuk dalam kategori valid, praktisi lapangan memberikan nila 77,5% masuk dalam kategori sangat valid dan siswa memberikan nilai 80% juga masuk dalam kategori sangat valid. Akan tetapi keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran belum dapat disimpulkan, dikarenakan peneliti tidak mengambil data nilai sebelum penggunaan media maupun setelah penggunaan media.