SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Teknik Mind Map untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MAN 1 Malang

Auliyah . Shofiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi di kelas X MIA 4 MAN 1 Malang, diketahui bahwa metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru adalah ceramah dan diskusi.

Hasil observasi dari motivasi belajar menunjukkan bahwa sebanyak 60% siswa (20 siswa) tampak kurang termotivasi. Hal tersebut ditunjang oleh hasil wawancara yang dilaku

kan kepada 6 siswa yang menyatakan bahwa pembelajaran Biologi

membosankan dan monoton. Ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif dari nilai

ulangan materi Ruang Lingkup Biologi adalah sebesar 34,37% sedangkan standar ketuntasan klasikal adalah 85%. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan teknik mind map

. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil

belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

yang terdiri dari 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap yakni perencanaan, pelaksanaan,

observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4

MAN I Malang yang berjumlah 32 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan pada

bulan November 2016-Mei 2017. Data yang diambil dari penelitian ini (1) data

motivasi belajar siswa yang diukur melalui lembar observasi dan angket motivasi

belajar, (2) data hasil belajar kognitif yang diukur melalui rata-rata skor tes akhir siklus dan skor mind map

, dan (3) data hasil belajar afektif yang diukur melalui lembar observasi.

Berdasarkan data angket dan observasi motivasi belajar, aspek attention, relevance, confidence, dan

satisfaction mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Aspek

attention meningkat dari 76,5% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Aspek relevance meningkat dari 80,5% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Aspek confidence meningkat dari 76,5% pada siklus I menjadi 84,5%

pada siklus II. Aspek

satisfied meningkat dari 82% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II.

Hasil penelitian menunjukkan

terjadi peningkatan ketuntasan klasikal

hasil belajar kognitif dan afektif pada siklus II dibanding siklus I. Ketuntasan

klasikal hasil belajar kognitif pada siklu

s I sebesar 81,25%, sedangkan pada siklus II sebesar 93,75%. Ketuntasan klasikal hasil belajar afektif pada siklus I sebesar 75%, sedangkan pada siklus II sebesar 90,63%.