SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Materi Plantae pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang

Titisari Dwi Widyastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Malang Kelas X IPA 2 penentuan subjek penelitian berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan selama bulan Februari 2017- Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Instrumen pada penelitian ini beruapa tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan soal esai, sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan soal pilihan ganda. Data hasil penelitian kemudian dibandingkan apakah terdapat peningkatan pada rata-rata klasikal kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar ranah kognitif siswa siklus 2 dari siklus 1. Hasil penelitian terdapat peningkatan terhadap persentase ketuntasan klasikal hasil belajar ranah kognitif siswa pada siklus I sebesar 80%, sedangkan pada siklus II mencapai 90%. Hasil penelitian terhadap kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan pada setiap indikatornya. Peningkatan persentase kemampuan berpikir kritis intepretasi dari siklus I sebesar 80,6% menjadi siklus II sebesar 87%. Indikator kemampuan berpikir kritis analisis mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 81,4% menjadi siklus II sebesar 85,4%. Indikator kemampuan berpikir kritis evaluasi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 82,2% menjadi siklus II sebesar 87,9%. Indikator kemampuan berpikir kritis inferensi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 86,2% menjadi siklus II sebesar 90,3%. Indikator kemampuan berpikir kritis eksplanasi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 93,5% menjadi siklus II sebesar 95,9%.Indikator kemampuan berpikir kritis self regulation mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 80,6% menjadi siklus II sebesar 93,5%. Saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut: (1) Mind map yang dibuat siswa secara individu dapat digunakan sebagai penilaian hasil belajar ranah psikomotorik. (2) Pengamatan dapat dilakukan di laboratorium dengan bantuan alat mikroskop agar siswa dapat mengamati morfologi anatomi tumbuhan.