SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH GENDER DAN STRATEGI PEMBELAJARANCOOPERATIVE SCRIPT TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF, BERPIKIR KRITIS, DAN RETENSI SISWA KELAS XI DI SMAN 9 MALANG

Nur Istiqlalial Firdausi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pendidikan merupakan proses dinamis yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan pendidikan yang terjadi secara dinamis memicu adanya pergeseran dan perubahan mendasar pada tataran paradigma, arah, tujuan, serta tantangannya. Tantangan di dunia pendidikan pada abad 21 ini idealnya sumber daya manusia (SDM) memiliki empat kemampuan berpikir dan bertindak, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Ironisnya, meski Abad 21 telah memasuki satu dekade, beberapa sekolah di Malang masih kurang memberdayakan kecakapan hidup abad 21 pada  siswanya, khususnya keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis, dan retensi.Terlepas dari kurangnya pemberdayaan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis, dan retensi terdapat permasalahan lain yang tidak teramati di dunia pendidikan yaitu gender.Menghadapi kenyataan tersebut, diperlukan suatu upaya untuk memberdayakan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis dan retensi pada siswa laki-laki dan perempuan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan strategi pembelajaran cooperative script (CS). CS merupakan strategi yang mampu memberdayakan keterampilan metakognitif, hasil belajar, dan retensi pada siswa laki-laki dan perempuan.

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui:1) pengaruh strategi Pembelajaran CS terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 2) pengaruh gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 3) interaksi antara strategi pembelajaran CSdengan gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 4) pengaruh strategi Pembelajaran CSterhadap keterampilan berpikir kritis siswa di Malang; 5) pengaruh genderterhadap kemampuan berpikir kritis siswa di Malang; 6) interaksi antara strategi pembelajaran CS dengan gender terhadap peningkatan kemampuanberpikir kritis siswa di Malang; 7) pengaruh strategi pembelajaran CSterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis di Malang; 8) pengaruh genderterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis di Malang; 9) interaksi antara strategi pembelajaran CSdengan gender terhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritisdi Malang.Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan pretest posttest nonequivalent group design. Variabel bebas adalah gender dan srategi pembelajaran. Variabel terikat adalah keterampilan metakognitif, hasil kemampuan berpikir kritis, dan retensi siswa. Populasi penelitian ialah siswa kelas XI di SMAN 9 Malang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI-MIA E SMAN 9 Malang. Data diambil pada saat pretest, posttest, dan tes retensi. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) menggunakan data skor pretest, posttest, dan retensi. Uii anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) dilakukan menggunakan data selisih posttest dengan pretest dan retensi dengan posttest. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas data dengan Levene test.

 

Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh strategi pembelajaran CS terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa; 2) ada pengaruh gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Pencapaian keterampilan metakognitif siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki; 3) adainteraksi antara gender dengan Strategi pembelajaran CSterhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Pencapaian keterampilan metakognitif siswa perempuan dengan penerapan strategi pembelajaran CS paling tinggi daripada siswa lainnya; 4) adapengaruh strategi pembelajaran CSterhadapkemampuan berpikir kritis siswa; 5) adapengaruh genderterhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pencapaian kemampuan berpikir siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki; 6) ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CSterhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dengan penerapan strategi pembelajaran CS paling tinggi daripada siswa lainnya; 7)tidak ada pengaruh strategi pembelajaran CSterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis; 8) ada pengaruh genderterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis. Pencapaian retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki.; 9) ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CS terhadap retensi hasil belajar dan retensi keterampilan metakognitif, tetapi tidak ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CS terhadap retensi kemampuan berpikir kritis. Strategi pembelajaran CS terbukti dapat meningkatkan keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa baik pada siswa laki-laki atau siswa perempuantetapi kurang mampu memberdayakan retensi hasil belajar kognitif, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa. Strategi pembelajaran CS mampu memberdayakan retensi hasil belajar kognitif, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa. Penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya lama satu siklus pembelajaran dikontrol dengan baik dan pelaksanaan tes retensi dilakukan sebelumnya dan guru harus bisa mengatur jadwal dengan baik terlebih jika banyak kegiatan dari pihak sekolah agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.