SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tingkah Laku Libido, Lama Waktu Libido, Volume dan Konsentrasi Semen Pada Sapi Bangsa Aberdeen Angus Dan Frisien Holstein Di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang

Laili Uswatun Hasanah

Abstrak


Hasanah, Laili Uswatun. 2016. “Studi Tingkah Laku Libido, Lama Waktu Libido, Volume dan Konsentrasi Semen Pada Sapi Bangsa Aberdeen Angus Dan Frisien Holstein Di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang” Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M.Si.(II).Dra. Susilowati, M.S.

 

Kata Kunci: Tingkah Laku Libido, Bangsa Aberdeen Angus dan Frisien Holstein, Volume Semen, Konsentrasi Semen.

 

Sapi sebagai sumber protein hewani berupa daging dan susu. Upaya menyediakan pejantan unggul menjadi penting karena sifat unggul dapat diturunkan, salah satunya melalui Inseminasi Buatan. Kriteria yang harus dimiliki pejantan unggul adalah libido atau kemauan kawin yang berhubungan dengan volume dan konsentrasi semen.Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang merupakan instansi pemerintah yang bergerak dibidang produksi semen beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku libido pejantan bangsa Aberdeen Angus dan Frisien Hosltein serta mengamatihubungan lama waktu libido dengan volume dan konsentrasi semen yang dihasilkan.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang didapatkan merupakan data tingkah laku libido selama proses penampungan semen serta data lama waktu libido saat awal didekatkan teaser hingga ejakulasi. Data sekunder yaitu data volume dan konsentrasi semen yang didapatkan dari Laboratorium BBIB Singosari. Penelitian ini dilakukan di BBIB Singosari mulai bulan Agustus sampai dengan November 2016.

Tingkah laku libido yang muncul merupakan perilaku spesifik pada setiap tahapan. Tingkah laku yang ditunjukkan meliputi(1) mendekati teaser, pejantan menunjukkan perilaku mengendus bagian ekor dan pantat teaser (2) timbul flehmen pejantan mengangkat kepala, mengangkat bibir, dan menggelengkan kepala ke arah kiri dan kanan (3) tahap menaiki teaser, pejantan meletakan dagu diatas punggung teaser kemudian  menggunakan kedua kakinya dan mengangkat badan bagian depannya untuk menaiki teaser (4) tahap ejakulasi, pejantan mengeluarkan penis dan mounting sampai semen ditampung oleh petugas. Berdasarkan hasil uji korelasi dari keseluruhan pejantan sampel menunjukkan hanya pejantan Rain yang memiliki hubungan antara lama waktu libido dan konsentrasi volume. Berdasarkan umur pejantan menunjukkan bahwa pejantan muda menghasilkan volume semen lebih sedikit dengan lama waktu libido lebih cepat dibandingkan sapi dewasa, sementara perbedaan frekuensi penampungan (ejakulasi) terhadap lama waktu libido dan volume semen tidak menunjukkan hasil yang berbeda antara penampungan seminggu sekali maupun seminggu 2 kali.