SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DNA Barcoding Kelelawar Cynopetrus brachyotis (Chiroptera: Pteropodidae) dari Kawasan Cibinong Science Center Bogor Berdasarkan Cytochrome-c Oxidase Subunit I (COI)

LUTFIYAH WALIDA

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Cynopterus brachyotis merupakan kelelawar pemakan buah yang tersebar luas di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kelelawar ini berperan penting sebagai pemencar biji dan polinator, namun saat ini populasinya terancam oleh kerusakan habitat akibat deforestasi dan konversi lahan. Sebaran C.brachyotis yang luas dan adanya fragmentasi habitat memungkinkan terjadinya perubahan pada keanekaragaman genetik dalam satu spesies. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dua sampel C. brachyotis dari kawasan Cibinong Science Center berdasarkan DNA barcode dengan tujuan untuk memverifikasi hasil identifikasi secara morfologi yang telah dilakukan sebelumnya. Tahap pertama penelitian ini adalah isolasi DNA total dari jaringan hati 0,05gram, amplifikasi gen COI dengan PCR menggunakan empat pasang primer yaitu forwardprimer: LepF1-tl; VF1-tl; VF1d-tl; VFli-tl dan reverse primer: LepR1-tl; VR1-tl; VR1d-tl; Vrli-tl. Hasil PCR kemudian dielektroforesis dengan agarose 1%, sekuensing menggunakan sepasang primer M13F(-21) dan M13R(-27). Rekonstruksi pohon filogenetik mengunakan metode Maximum Likelihood, Neighbor Joining, dan Minimum Evolution menunjukkan bahwa kelelawar yang diteliti termasuk spesies C. brachyotis dan membentuk species complex dalam satu kelompok C. brachyotis yang dibuktikan dengan adanya variasi intraspesies sebesar 1%.

ran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.

 

Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu).