SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Pendahuluan Pertumbuhan Zooplankton pada Budidaya Lele Afrika (Clarias gariepinus) Strain Masamo Sistem Bioflok Padat Tebar

Arif Lailatul Faricha

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Lele Afrika strain Masamo merupakan salah satu sumber protein yang budidayanya tergantung ketersediaan pakan. Sistem bioflok padat tebar merupakan alternatif pemenuhan pakan alami yang dapat diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan zooplankton pada budidaya sistem bioflok padat tebar. Penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan sampel yang diambil setiap tujuh hari sebanyak enam kali pada budidaya sistem bioflok padat tebar dengan kapasitas 1000 ekor/m3 dengan starter zooplankton yang diambil dari kolam jurusan Biologi. Hasil menunjukkan ada delapan jenis zooplankton yaitu Arcella crenulata, Arcella vulgaris, Arcella hemisphaerica, Arcella mitrata, Lepadella sp., Philodina sp., Adineta sp., dan Anuraeopsis fissa dengan fluktuasi puncak kerapatan individu pada hari ke – 14 sampai hari ke – 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan zooplankton dipengaruhi oleh fitoplankton, sedangkan faktor abiotik tidak berpengaruh langsung terhadap zooplankton.

kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

 

a Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.

 

Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu).