SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DNA Barcoding Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster Gmelin) Berdasarkan Gen 12S rRNA sebagai Upaya Konservasi Genetik

Allysa Khanza Artuti

Abstrak


Elang Laut Perut Putih adalah salah satu organisme pemangsa yang menduduki tingkat trofik teratas di habitat hutan pesisir pantai. Populasinya di Indonesia saat ini menurun karena aktivitas manusia sehingga mendorong perlunya langkah konservasi secara genetik menggunakan DNA barcoding dengan gen 12S rRNA. Amplifikasi gen menggunakan primer universal untuk burung dengan forward 5’-TCG ATT ATA GAA CAG GCT CCT CTA G-3’ dan reverse 5’-CGT AAC AAG GTA AGT GTA CCG GAA GG-3’. Kromatogram menunjukkan kualitas hasil sekuensing yang rendah. Analisis sekuen konsensus hasil amplifikasi menunjukkan adanya basa tak dikenal. Sekuen konsensus tidak memiliki kesesuaian dengan gen target di database gene bank, sehingga gen yang teramplifikasi diduga bukan gen target namun pseudogen. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan primer yang lebih spesifik untuk gen 12S rRNA.

kuah) kupang merah masih berada dibawah ambang batas BPOM RI sebesar 1.5 ppm. Proses pengolahan makanan kupang merah dapat menurunkan kandungan logam berat Pb pada daging dan air kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

 

a Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.

 

Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu).