SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Proses Pengolahan Kupang Merah (Musculista senhausia)

Hikmatunisa Afit Riadi

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa kupang merah sebagai bahan baku makanan tradisional mengandung logam berat. Hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran bagi konsumen dan masyarakat pelaku usaha yang bergerak dibidang pengolahan kupang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada daging daging dan air (kuah) kupang merah. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan  sampel daging kupang segar, daging kupang rebus, daging kupang bumbu, dan air (kuah)  kupang merah diuji dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb sebesar 0.5666 mg/L pada daging kupang segar, 0.5632 mg/L pada daging kupang rebus, 0.5188 mg/L pada daging kupang bumbu, 0.5162 mg/L pada air sisa rebusan kupang dan 0.4342 pada air (kuah) kupang merah masih berada dibawah ambang batas BPOM RI sebesar 1.5 ppm. Proses pengolahan makanan kupang merah dapat menurunkan kandungan logam berat Pb pada daging dan air kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

a Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.

 

Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu).