SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Ikan Wader Berdasarkan Karakter Morfologi dan DNA Barcode Gen Cytochrome C Oxidase Sub- unit I (COI)

Agatharia Swesti Prabandari

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Ikan wader dari genus Puntius merupakan ikan air tawar asli Asia Tenggara termasuk Indonesia yang keberadaannya semakin menurun. Ikan ini memiliki nama ilmiah yang beraneka ragam seperti Barbodes, Barbus, dan Systomus. Data IUCN Red List menyebutkan bahwa genus Puntius binotatus termasuk ke dalam kategori Least Concern (LC). Sampai saat ini, status takson dari ikan tersebut di daerah anak Sungai Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies ikan wader yang ditemukan di daerah tersebut berdasarkan karakter morfologi dan sekuen gen COI yang diperoleh, dan mengetahui filogenetiknya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Karakter yang diamati yaitu karakter morfologi yang meliputi karakter morfometrik dan ciri meristik, serta sekuen gen COI yang diamplifikasi dengan primer universal Fish1. Berdasarkan karakter morfologi, sekuen gen COI, dan filogenetik, menunjukkan bahwa ikan wader yang diteliti adalah Puntius binotatus.

if dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu berupa data hasil validasi buku petunjuk praktikum, data respons siswa, dan data hasil belajar siswa. Data kualitatif yaitu berupa saran, komentar, dan tanggapan validator terhadap buku petunjuk praktikum yang telah dikembangkan. Kegiatan analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan buku petunjuk praktikum.

 

 

Hasil penelitian eksperimen menunjukkan bahwa sari buah pepaya busuk dengan konsentrasi 75% memiliki lama waktu pengomposan yang paling singkat/cepat yaitu 16 hari dan berbeda nyata dengan konsentrasi sari buah pepaya busuk lainnya. Hasil validasi buku petunjuk praktikum oleh ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan secara berurutan sebesar 95,89%, 86,72%, dan 96,67%. Persentase dari semua validator menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat valid. Hasil respons siswa terhadap buku petunjuk praktikum sebesar 87,91%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil penghitungan diperoleh nilai gain score (g) sebesar 0,53. Nilai (g) = 0,53 berada di interval 0,3 < (g) < 0,7 dengan kriteria sedang, artinya buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah termasuk efektif. Oleh karena itu, buku petunjuk praktikum pengomposan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.