SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi Stoikiometri Antara Peserta Didik yang Diajarkan dengan Model Pembelajaran LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum di SMA Laboratorium UM

Imaratul Mufida

Abstrak


ABSTRACT

 

Mufida, Imaratul. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi Stoikiometri

Antara Peserta Didik yang Diajarkan dengan Model Pembelajaran LC 5E

– Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum di SMA Laboratorium UM.

Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd., (II) Drs. H. Ridwan

Joharmawan, M.Si.

Kata Kunci: Learning Cycle 5E, Mind Mapping, Merangkum, Stoikiometri

Berdasarkan hasil observasi di SMA Laboratorium UM, guru kimia

menyatakan bahwa peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajari materi

Stoikiometri. Pada tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 91% peserta didik yang

belum tuntas KKM (Kriteria Kelulusan Minimal). Hal ini disebabkan karena

materi Stoikiometri memiliki konsep yang abstrak dan membutuhkan perhitungan.

Kombinasi antara konsep yang abstrak dan perhitungan membutuhkan

pemahaman yang lebih, bukan sekedar hafalan. Oleh karena itu, diperlukan cara

yang tepat untuk mempelajarinya yaitu dengan menerapkan model pembelajaran

Learning Cycle (LC) 5E yang berbasis konstruktivis. Pemahaman konsep dalam

materi ini akan semakin mudah apabila dipadukan dengan pembuatan mind map

dan rangkuman. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1)

keterlaksanaan proses pembelajaran materi Stoikiometri antara peserta didik yang

diajarkan menggunakan model LC 5E - Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum,

dan (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi

Stoikiometri yang diajarkan menggunakan model LC 5E - Mind Mapping dan LC

5E – Merangkum.

Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan model

posttest only control group design. Sampel dipilih berdasarkan saran dari guru

kimia melalui teknik undian. Kelas X IPA 3 terpilih sebagai kelas eksperimen 1

dengan menggunakan model LC 5E – Mind Mapping. Sedangkan kelas X IPA 2

terpilih sebagai kelas eksperimen 2 dengan menggunakan model LC 5E –

Merangkum. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus,

RPP, dan modul) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, dan soal tes hasil

belajar). Data keterlaksanaan proses pembelajaran dianalisis menggunakan

analisis statistik deskriptif dengan teknik persentase, sedangkan data hasil belajar

kognitif peserta didik dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif dan

inferensial dengan uji-t dengan nilai signifikansi α = 0,05 yang dihitung dengan

SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan proses

pembelajaran menggunakan model LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E –

Merangkum pada materi Stoikiometri memiliki rata-rata sebesar 92,04% dan

91,31%. Dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki kriteria keterlaksanaan

dengan sangat baik. (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik

yang diajarkan menggunakan LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum

pada materi Stoikiometri. Hasil belajar kognitif peserta didik yang diajarkan

menggunakan LC 5E – Mind Mapping lebih tinggi (60,27) daripada peserta didik

 

yang diajarkan menggunakan LC 5E - Merangkum (50,03).