SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS AKTIVITAS FOSFORILASI PROTEIN MEMBRAN SPERMATOZOA SAPI MADURA DENGAN BERAT MOLEKUL 30 KDA DAN 55 KDA SEBAGAI PARAMETER PENDUKUNG UPAYA ESTIMASI KUALITAS SPERMA

Luana Indah Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Luana Indah. 2015. Analisis Aktivitas Fosforilasi Protein Membran Spermatozoa Sapi Madura dengan Berat Molekul 30 kDa dan 55 kDa sebagai Parameter Pendukung Upaya Estimasi Kualitas Sperma. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.

 

Kata Kunci:  analisis aktivitas fosforilasi, membran spermatozoa sapi madura, 30 kda dan 55 kda, estimasi kualitas sperma

 

Bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya perubahan pola konsumsi masyarakat yang sadar akan gizi, menyebabkan permintaan daging meningkat. Pemenuhan kebutuhan daging secara nasional masih kurang, maka dilakukan program Inseminasi Buatan (IB) yang dilaksanakan di BBIB Singosari untuk memacu produksi ternak. Salah satu sapi lokal yang di IB yaitu sapi Madura yang memiliki kualitas unggul. Keberhasilan IB ditentukan oleh kualitas sperma yang di inseminasikan. Selama ini pelaksaan program IB masih belum memuaskan yaitu hanya diperoleh nilai CR (conception rate) pada sapi sebesar 74%, dan masih tergolong cukup rendah karena terdapat kerusakan pada straw yang mengakibatkan berkurangnya jumlah spermatozoa yang motil. Kerusakan tersebut terjadi akibat adanya ROS yang merusak konformasi protein. Adanya protein berhubungan dengan peristiwa fosforilasi yang menghasilkan energi untuk kapasitasi, reaksi akrosom, dan penembusan zona pellusida. Hal tersebut menunjukkan bahwa penurunan kualitas sperma terjadi karena adanya kerusakan secara molekular. Selama ini belum ada kajian penentuan kualitas sperma secara molekular, maka dilakukan penelitian untuk menganalisis aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa sapi madura dengan berat molekul 30 kDa dan 55 kDa sebagai parameter pendukung upaya estimasi kualitas sperma.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur aktivitas fosforilasi pada protein mebran spermatozoa Sapi Madura dengan berat molekul 30 dan 55 kDa yang melalui tiga tahap yaitu, isolasi protein, elektroforesis SDS-PAGE, dan elektroelusi. Berdasarkan hasil elektroforesis SDS-PAGE diketahui pada profil protein membran spermatozoa Sapi Madura muncul pita protein dengan berat molekul 92 kDa, 81 kDa, 72 kDa, 55 kDa, 43 kDa, 30 kDa, 10 kDa, 7 kDa, dan 6 kDa. Protein 30 dan 55 kDa di elektroelusi dan diuji aktivitas fosforilasinya. Diperoleh unit aktivitas fosforilasi pada protein 30 kDa sebesar 13,93 x 10-2, sedangkan 55 kDa sebesar 4,20 x 10-2. Besarnya aktivitas fosforilasi menunjukkan kemampuan 1 mL protein (enzim) untuk mentransfer fosfat ke substrat dalam satuan µmol pada setiap menitnya. Protein dengan berat molekul 30 kDa dan 55 kDa merupakan protein tirosin yang melakukan aktivitas fosforilasi saat kapasitasi.

Hasil fosforilasi adalah energi yang akan digunakan untuk kapasitasi. Jika kemampuan kapasitasi bagus maka daya fertilitas tinggi dan keberhasilan IB juga besar, sebaliknya jika fosforilasi sedikit energi yang dihasilkan untuk fertilisasi sedikit maka keberhasilan IB rendah. Oleh sebab itu adanya penelitian ini dapat dijadikan parameter pendukung estimasi kualitas sperma.