SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-4 SMAN 10 Malang

Surya Pramono

Abstrak


ABSTRACT

 

Pramono, Surya. 2009. The Application of Contextual Teaching and Learning Strategy with Inquiry Approach for Increasing Thinking Ability and Study Result of Biology Students at SMAN 10 X-4 Class Malang. S-1 Thesis, Biology Department Faculty of Mathematic and Science State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Hadi Margono, M.A., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si

 

Key words: contextual, inquiry, thinking ability, student study result.

 

Biology as one of science education subfield related with the way how to learn about nature systematically, so that it's not only as the master of associate knowledge which only consist of facts, concepts, and principles, but also as a research process. In the fact that, nowadays education is still dominated by a point of view that knowledge is a set of knowledge equipment that has to be memorized. Class still focuses on teacher as main source knowledge, and then teacher explanation as the main choice of teaching and learning strategy. Tendency of "teacher oriented" need to be changed, so that it's expected getting orientation that student will study better if the learning environment created as "student oriented".

Teaching and learning strategy which is appropriate with this standard is contextual teaching and learning strategy. Beside that, it's needed another study approach which involved research process in the term of answering questions and doing new invention to get new understanding, which is inquiry approach. Contextual teaching and learning strategy with inquiry approach is a process to get information by conducting observation and or experiment, by presenting real life into the class and motivating students to draw relationship between knowledge that they have with the application in reality.

Based on the observation result at SMAN 10, X-4 class Malang, is known the there are several problem, that are: (1) Biology teaching and learning process the still oriented on "content based", whereas the curriculum that is applied is KTSP, where more oriented on "competent based", and (2) teaching and learning process commonly done by explanation the lesson, practicum and demonstration are rarely to be done because of the restrictiveness of the facilities. Problems that are found are complex enough, but generally can be identified its low level student thinking ability which can effect to the student study result.

This is a classroom action research. The aim of this research is as follow: (1) to increase student thinking ability, and (2) to increase student study result by applying contextual teaching and learning strategy with inquiry approach. Thinking ability is a thinking process involved cognitive development stage (SOLO taxonomy) based on the student answers structure in the test in every cycle to determine the quality. Student study result is student success level in understanding lesson which is gotten from the end of teaching and learning process in every cycle (in the form 0-100).

The research shows that the application of contextual teaching and learning strategy with inquiry approach for three cycles can increase students thinking ability for the higher level. Percentage of students thinking ability are: first cycle

that are prestructural 3,13%; unistructural 78,13%; multistructural 16,41%; relational 2,34%; and extended abstract 0%; second cycle that are prestructural 0%; uninstructural 47,17%; multistructural 44,34%; relational 6,60%; and extended abstract 1,89%; and third cycle that are prestructural 0%, unistructural 22,55%; multistrucural 48,04%; relational 18,63; and extended abstract 10, 78%. Based on the SOLO taxonomy student thinking ability increase in the multistructural, relational, and extended abstract. Instead of thinking ability, the percentages of student's study result also increase in term of score that are: in the pre-cycle 14%, first cycle 38%, second cycle 70%, and third cycle 89%. Based on the minimum complete study standard ≥ 85% student in class get ≥ 70%, which stated have complete their study classically in the third cycle.

ABSTRAK

 

Pramono, Surya. 2009. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-4 SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Margono, M.A., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: kontekstual, inkuiri, kemampuan berpikir, hasil belajar.

 

Biologi sebagai salah satu bidang IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga Biologi bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Dalam kenyataannya, sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi pembelajaran. Kecenderungan "teacher oriented" itu memerlukan perubahan yang nantinya diharapkan berpedoman bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan belajar diciptakan secara "student oriented".

Strategi pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan tersebut yaitu pembelajaran kontekstual. Selain itu, diperlukan suatu pendekatan belajar lain yang melibatkan proses penyelidikan dalam rangka menjawab pertanyaan dan melakukan penemuan untuk memperoleh pemahaman baru, yakni pendekatan inkuiri. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri merupakan suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen, dengan menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan.

Berdasarkan hasil observasi di kelas X-4 SMAN 10 Malang, diketahui bahwa terdapat beberapa masalah, diantaranya: (1) pembelajaran Biologi yang dilakukan masih bersifat "content based", padahal kurikulum yang diterapkan adalah KTSP, yang mana lebih bersifat "competent based"; dan (2) kegiatan belajar mengajar pada umumnya dilakukan dengan ceramah, sangat jarang dilakukan kerja praktikum atau demonstrasi karena keterbatasan sarana dan prasarana. Permasalahan yang ditemukan cukup kompleks, tetapi secara umum dapat diidentifikasi berupa kemampuan berpikir siswa masih rendah yang tentunya akan berdampak pada hasil belajar siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan kemampuan berpikir siswa; dan (2) hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri. Kemampuan berpikir yaitu proses berpikir yang meliputi tahapan perkembangan kognitif (SOLO Taxonomy) berdasarkan struktur jawaban siswa pada pertanyaan soal tes setiap siklus untuk menentukan kualitasnya. Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diambil dengan memberikan tes di akhir pembelajaran pada setiap siklus (berupa angka 0-100).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan inkuiri selama 3 siklus dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa ke tahap yang lebih tinggi. Persentase kemampuan berpikir siswa pada: siklus I yaitu prestructural 3,13%, unistructural 78,13%, multistructural 16,41%, relational 2,34%, dan extended abstract 0%; siklus II yaitu prestructural 0%, unistructural 47,17%, multistructural 44,34%, relational 6,60%, dan extended abstract 1,89%; dan siklus III yaitu prestructural 0%, unistructural 22,55%, multistructural 48,04%, relational 18,63%, dan extended abstract 10,78%. Berdasarkan SOLO Taxonomy kemampuan berpikir siswa mengalami peningkatan pada tahap multistructural, relational, dan extended abstract. Selain kemampuan berpikir, persentase hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan skor, yaitu: pada pra-siklus 14%, siklus I 38%, siklus II 70%, dan siklus III 89%. Berdasarkan standar minimal ketuntasan belajar ≥ 85% siswa di kelas mencapai nilai ≥ 70, yang dinyatakan telah tuntas hasil belajarnya secara klasikal terjadi pada siklus III.


Teks Penuh: DOC PDF