SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Respons Tunas Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) pada 3 Macam Komposisi Medium yang Berbeda

Surya Pramono

Abstrak


ABSTRACT

 

Pramono, Surya. 2009. Bud of ‘Temu Giring' (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) Rhizome Response at Three Kinds of Different Medium Composition. S-1 Thesis, Biology Department Faculty of Mathematic and Science State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Endang Kartini, M.S., Apt, (II) Dra. Betty Lukiati, M.S.

 

Key words: C. heyneana, medium composition, bud response.

 

C. heyneana is annual bush plant which have cultivated by in vivo system through rhizome. C. heyneana rhizome is used for substance of medicine and cosmetic. It's also containing secondary metabolite like atsiri oil which used as basic substance of perfume. Production of secondary metabolite conventionally have constraint in the form of existence of atsiri oil which limited at specialized of natural cell and just formed during in which relative long time, so it's needed other alternative for cultivated atsiri oil by in vitro system. Bud of C. heyneana rhizome response in plant tissue culture can be an callus form which contain competence cell in which if getting certain stimulus will become special cell or precursor cell.

This research aim to know kinds of cell compiler of bud response callus of C. heyneana rhizome so that can determine regulator growth hormone concentration which appropriate in instructing callus to produce secondary metabolite like atsiri oil. This expected to descriptive of observation research design. Explants which is used is bud of C. heyneana rhizome and the medium composition is basic medium MS additionally: (A) NAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sucrose 30 mg/l; (B) IAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sucrose 30 mg/l; (C) 2,4-D 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sucrose 30 mg/l. Response of explants perceived in the form of callus and plantlet and also callus profile have age to 1 week.

The result of the research shows that bud of C. heyneana rhizome which combined in vitro at 3 kinds of composition mediums for 4 weeks shows different respond. Respond of explants in A medium and C medium able to induce plantlet and callus, whereas in B medium only produce plantlet. Profil of bud of C. heyneana rhizome callus in A medium and C medium in age of 1 week have showed that there is a differentiation cell. Development process is showed by cell formation which contains of amilum granule instead of parenchyma cell. The result of positive blue metilen experiment shows there is life parenchyma cell: positive IKI shows there is amilum granule, and callus which consist of parenchyma cell and cell that contain amilum granule. The result of chi-square experiment shows that there are significance different quantity between parenchyma cell in A medium and C medium, also amount of cell which contain amilum granule in A medium and C medium. Further research about formation of bud of C. heyneana rhizome compiler cell is still needed in longer period.

ABSTRAK

 

Pramono, Surya. 2009. Respons Tunas Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) pada 3 Macam Komposisi Medium yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Kartini, M.S., Apt (II) Dra. Betty Lukiati, M.S

 

Kata kunci: C. heyneana, komposisi medium, respons tunas.

 

C. heyneana merupakan tumbuhan semak berumur tahunan yang sudah dibudidayakan secara in vivo melalui rimpang. Rimpang C. heyneana berkhasiat sebagai bahan obat dan bahan kosmetika serta mengandung metabolit sekunder seperti minyak atsiri sebagai bahan dasar pembuatan minyak wangi. Produksi metabolit sekunder secara konvensional memiliki kendala berupa keberadaan minyak atsiri yang terbatas hanya pada sel yang mengalami spesialisasi dan baru terbentuk dalam waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan alternatif lain yaitu budidaya in vitro. Respons tunas rimpang C. heyneana dalam kultur jaringan tumbuhan dapat membentuk kalus yang mengandung sel kompeten yang jika mendapatkan rangsang tertentu akan menjadi sel khusus atau sel prekursor.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam sel penyusun kalus respons tunas rimpang C. heyneana sehingga dapat menentukan konsentrasi zat pengatur tumbuh yang sesuai dalam mengarahkan kalus untuk memproduksi metabolit sekunder seperti minyak atsiri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif observasional. Eksplan yang digunakan tunas rimpang C. heyneana dan komposisi mediumnya: medium dasar MS dengan penambahan: (A) NAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l; (B) IAA 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l; dan (C) 2,4-D 5 mg/l + BAP 0,5 mg/l + sukrosa 30 mg/l. Respons eksplan yang diamati: berupa plantlet dan kalus, serta profil kalus berusia 1 minggu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunas rimpang C. heyneana yang dikultur in vitro pada 3 macam komposisi medium selama 4 minggu menunjukkan respons yang berbeda. Respons eksplan pada medium A dan medium C mampu menginduksi planlet dan kalus, sedangkan pada medium B hanya menghasilkan planlet. Profil kalus tunas rimpang C. heyneana pada medium A dan medium C berusia 1 minggu telah menunjukkan adanya diferensiasi sel. Proses perkembangan ditunjukkan dengan terbentuknya sel yang mengandung butir amilum selain sel parenkima. Hasil uji biru metilen positif, menunjukkan masih hidupnya sel parenkima; IKI positif, menunjukkan adanya butir amilum; serta Sudan III negatif, menunjukkan tidak adanya minyak atsiri. Kesimpulannya profil kalus hanya terdiri dari sel parenkima dan sel yang mengandung butir amilum. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya perbedaan jumlah yang bermakna antara sel parenkima pada medium A dan medium C serta jumlah sel yang mengandung butir amilum pada medium A dan medium C. Penelitian lebih lanjut tentang pembentukan macam sel penyusun kalus respons tunas rimpang C. heyneana masih diperlukan dengan rentangan waktu yang lebih lama.


Teks Penuh: DOC PDF