SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Edutainment Berdasarkan Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII pada Materi Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan di SMP Negeri 13 Malang

Zuhdiawan Yanuar Irvanto

Abstrak


Kata kunci: kerangka rancangan TANDUR, motivasi belajar, hasil belajar.

 

            Berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi di SMP Negeri 13 Malang, kendala utama yang terjadi selama proses pembelajaran Biologi di SMP Negeri 13 Malang adalah sulitnya membuat siswa aktif. Kurang aktifnya siswa ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu terutama metode ceramah yang kurang melibatkan siswa secara langsung. Kurang terlibatnya siswa secara langsung selama pembelajaran menyebabkan siswa kurang termotivasi, dan kurangnya motivasi siswa dalam kelas ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran tersebut maka perlu dilakukan upaya antara lain berupa pengembangan strategi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan motivasi belajar siswa. Pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi dan Rayakan) merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar karena menekankan pada kerjasama siswa dalam kelompok yang mendorong dan membantu siswa dalam menguasai materi yang sedang dipelajari, serta menumbuhkan suatu kesadaran bahwa belajar itu penting, bermakna, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR pada Materi  Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan Kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang.

            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I terdiri atas lima kali pertemuan dan siklus II terdiri atas tiga kali pertemuan, penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan April pada semester 2 tahun ajaran 2008-2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-H SMP Negeri 13 Malang Malang yang berjumlah 40 siswa, terdiri dari 19 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa motivasi belajar, hasil belajar siswa dan penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dengan instrumen penelitian berupa tes akhir siklus, lembar observasi penilaian afektif dan psikomotor, lembar observasi keberhasilan tindakan, angket motivasi belajar siswa, dan catatan lapangan. Motivasi belajar siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai rata-rata persentase hasil pengisian angket motivasi belajar siswa, untuk hasil belajar siswa pada ranah kognitif diukur berdasarkan ketuntasan belajar siswa secara klasikal, ranah afektif dan ranah psikomotorik diukur dengan secara klasikal dari banyaknya jumlah siswa dari deskriptor yang muncul pada setiap aspek sedangkan untuk penerapan edutainment dengan kerangka TANDUR diukur berdasarkan banyaknya deskriptor yang muncul yang kemudian dipersentasekan dan disesuaikan dengan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan.

            Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan pembelajaran edutainment berdasarkan Quantum Teaching dengan kerangka rancangan TANDUR dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata yang didapat, di mana pada siklus I menunjukkan hasil sebesar 3,46 dengan kategori cukup baik dan meningkat pada siklus II sebesar 3,7 dengan kategori baik. Peningkatan skor rata-rata motivasi belajar diikuti juga dengan meningkatnya ketuntasan klasikal, di mana pada siklus I sebesar 35,9% dan meningkat pada siklus II sebesar 82,1%. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari ranah kognitif dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 85% menjadi 92%. Peningkatan pada ranah afektif dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 81,93% dan meningkat pada siklus II sebesar 83,33%. Peningkatan pada ranah psikomotor dapat dilihat dari persentase keberhasilannya, di mana pada siklus I sebesar 65,61% dan meningkat pada siklus II sebesar 78,12%.

Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar para pendidik dapat menggunakan model pembelajaran ini karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dalam menerapkan model pembelajaran ini hendaknya media yang akan digunakan harus benar-benar dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.