SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Menggunakan Model Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 6 Malang

Andri Satrio Wibowo

Abstrak


ABSTRAK

 

Wibowo, Andri Satrio. 2012. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Menggunakan Model Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. H. Fathurrachman, M.S.

 

Kata Kunci : Penerapan Pembelajaran Kontekstual, Model Inkuiri, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar

 

Pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri sangat cocok untuk mempelajari sains yaitu suatu proses atau cara untuk menemukan solusi terhadap suatu masalah dan memahami fenomena alam terutama biologi. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki untuk diterapkan dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Kesulitan yang dihadapi oleh guru adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1)  bagaimanakah penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Malang?; (2) bagaimananakah penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Malang?. Penelitian ini dilakukan untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri.

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dan tempat penelitian dalam penelitian adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 6 Malang dengan jumlah siswa 38 siswa, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri. Salah satu keunggulan dari metode pembelajaran ini adalah mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki untuk diterapkan dalam kehidupan siswa, sehingga dalam pembelajarannya mudah dipelajari, menyenangkan menggunakannya di kelas, dapat digabung dengan strategi pembelajaran yang lain dan hasilnya efektif.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat naturalistik Penelitian tindakan kelas ini dalam 2 siklus. Setiap siklus merupakan suatu alur proses kegiatan yang meliputi Observasi awal, rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-6 di SMA Negeri 6 Malang. Dari hasil tes dapat dikatakan bahwa kelas tersebut telah mencapai kriteria ketuntasan belajar yaitu 80,6%, karena pada Siklus II telah mencapai 100% dengan catatan pada Siklus I dan Siklus II hanya 31 siswa dari 36 yang mengikuti tes. Data hasil tes afektif menunjukkan bahwa adanya peningkatan ketuntasan belajar Siklus I 78,75% menjadi 80,83% pada Siklus II. Dari hasil test psikomotor yangtelah dilakukan siswa juga mengalami peningkatan dari 68,09% pada Siklus I meningkat menjadi 73,79% di Siklus II. Berdasarkan paparan data dapat disimpulkan bahwa  bahwa upaya yang dilakukan telah mampu meningkatkan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri yang dilakukan dalam dua siklus. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan nilai dari hasil tes  pelajaran Biologi dari masing-masing siklus.

Saran dari penlitian ini adalah penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri membutuhkan waktu yang panjang, oleh sebab itu disarankan untuk mengefisienkan waktu. Penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model inkuiri terbukti dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa, sebaiknya digunakan guru biologi sebagai variasi pembelajaran.