SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Proteolitik, Lipolitik, dan Amilolitik dari Asinan Kedelai (Glycine soja) sebagai Bahan Pembuatan Kecap di Probolinggo

Dyah Ayu Aryani

Abstrak


ABSTRAK

 

Aryani, Dyah Ayu. 2012. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Proteolitik, Lipolitik, dan Amilolitik dari Asinan Kedelai (Glycine soja) sebagai Bahan Pembuatan Kecap di Probolinggo. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.

 

Kata kunci: Asinan kedelai, bakteri, indeks hidrolisis, enzim

Enzim merupakan biokatalisator yang memegang peranan penting dalam bidang industri. Tiga enzim yang memiliki nilai komersil yang diperdagangkan dalam dasawarsa ini adalah protease, lipase dan amilase. Penelitian tentang isolasi bakteri penghasil enzim banyak dilakukan pada limbah-limbah pembuangan hasil industri makanan sedangkan penelitian mengenai isolasi bakteri penghasil enzim pada makanan masih sedikit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan,  mengetahui  indeks hidrolisis, dan mengidentifikasi isolat bakteri proteolitik, lipolitik dan amilolitik indigen dari asinan kedelai yang dibuat secara tradisional di Probolinggo.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan eksploratif yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi FMIPA-UM pada bulan Maret-Mei 2011. Sampel penelitian ini adalah asinan kedelai yang diperoleh dari industri kecap yang dibuat secara tradisional yang terletak di Probolinggo.  Sampel dihomogenkan dengan medium pengayaan spesifik yaitu medium Skim Milk Agar (SMA) untuk bakteri proteolitik, medium Nutrien Agar + Amilum 1% untuk bakteri amilolitik, dan Nutrien Agar + Olive oil 1% untuk bakteri lipolitik, selanjutnya dipilih 3 isolat untuk masing-masing kelompok bakteri proteolitik, lipolitik, dan amilolitik yang mempunyai kemampuan hidrolisis tertinggi. Penentuan tiga isolat berdasarkan nilai indeks hidrolisis protein, lemak dan amilum tertinggi. Pengamatan dilanjutkan dengan  melakukan pengamatan mikrobiologi yang meliputi  karakterisasi sifat morfologi koloni bakteri dan karakterisasi sifat sitologi bakteri. Kelengkapan identifikasi hingga tingkat spesies dengan menggunakan Microbact TM GNB 12 A/B/E, 24E Identification Kits.

Hasil penelitian menunjukkan ada 6 isolat bakteri proteolitik, 5 isolat bakteri  lipolitik, dan  4 isolat bakteri amilolitik asinan kedelai yang ditemukan dan dipilih 3 isolat bakteri yang memiliki indeks hidrolisis terbesar pada masing-masing kelompok bakteri yang bersifat proteolitik, lipolitik, dan amilolitik. Tiga indeks hidrolisis protein tertinggi dengan nilai 2,22 (kode PB), 2,05 (kode PA), dan 1,81 (kode PD), kode tiga isolat yang memiliki indeks hidrolisis lemak tertinggi dengan nilai 1,30 (kode LB), 1,25 (kode LD), dan 0,98 (kode LA) sedangkan indeks hidrolisis amilum tertinggi dengan nilai 2,26 (kode AC), 2,12 (kode AF), dan 2,04 (kode AB). Hasil identifikasi 3 isolat bakteri proteolitik yang memiliki indeks hidrolisis protein tertinggi adalah Bacillus lincheformis, Bacillus subtillis, dan Bacillus thuringiensis, spesies bakteri lipolitik yang ditemukan adalah Serratia liquefaciens, dan Enterobacter gergoviae, sedangkan bakteri amilolitik yang ditemukan adalah Actinomyces spp dan Eubacterium spp.