SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EFEKTIVITAS MINYAK BUNGKIL BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) AKSESI JARAK WANGI DAN PROVENAN IP 2A SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS LARVA Helicoverpa armigera Hubner

Eunike Damayanti Sabaru

Abstrak


ABSTRAK

 

Sabaru, Eunike Damayanti. 2011. Efektivitas Minyak Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)Aksesi Jarak Wangi dan Provenan  IP 2A  sebagai Insektisida Nabati  Terhadap Mortalitas Larva Helicoverpa armigera Hubner. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd.  (II) Ir. Tukimin SW.

 

Kata Kunci: Minyak bungkil biji jarak pagar, Insektisida nabati, Mortalitas Larva H. armigera.

 

Minyak bungkil biji jarak pagar memiliki kandungan senyawa kimia, yakni kursin, forbol ester dan trigliserida. Minyak bungkil biji jarak pagar tergolong dalam insektisida nabati. Insektisida nabati merupakan insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Helicoverpa armigera merusak tanaman kapas pada stadia larva dengan cara menggerek buah, bunga dan memakan daun kapas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian konsentrasi larutan minyak bungkil biji jarak (J.curcas) yang efektif membunuh larva Helicoverpa armigera dan efek residu dari minyak bungkil biji jarak pagar serta pengaruh interaksi antara konsentrasi dan waktu terhadap mortalitas larva H. armigera.

Jenis penelitian ini adalah eksperimen faktorial. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (BALITTAS) Karangploso-Malang, pada bulan Oktober-Desember 2010. Objek dalam penelitian ini adalah larva H. armigera instar dua. Perlakuan terdiri atas dua minyak bungkil biji jarak pagar (MBBJP) aksesi Jarak Wangi dan provenan IP 2A dengan berbagai konsentrasi yaitu: (1) kontrol air, (2) kontrol air + detergen, (3) 5 ml MBBJP, (4) 10 ml MBBJP, (5) 20 ml MBBJP, (6) 40 ml MBBJP + 1 g detergen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 50 ekor larva instar dua, dimana satu larva ditempatkan dalam satu botol vial. Pengamatan dilakukan pada 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, dan 120 jam setelah penyemprotan, dengan variabel pengamatan mortalitas, berat larva instar akhir/pre pupa, berat pupa, dan persentase telur tetas. Analisis data menggunakan anava ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi insektisida nabati minyak bungkil biji jarak pagar berpengaruh terhadap mortalitas larva H. armigera. Perlakuan dengan minyak bungkil biji jarak pagar (MBBJP) aksesi Jarak Wangi asal BALITTAS dan provenan IP 2A asal Asembagus pada konsentrasi 10 ml MBBJP sudah cukup efektif mengakibatkan mortalitas larva H. armigera dengan mortalitas masing-masing 50 % dan 61 % pada 120 jam setelah penyemprotan. Interaksi antara konsentrasi dan waktu berpengaruh terhadap mortalitas larva H. armigera, semakin tinggi konsentrasi dan lama waktu maka jumlah kematian larva meningkat. Bahan kimia dalam minyak bungkil biji jarak pagar mempengaruhi serangga H. armigera mulai dari stadia larva, pre pupa/instar enam akhir, pupa, imago, dan presentase telur tetas. Nilai LC50 dapat digunakan sebagai rekomendasi penggunaan insektisida nabati.