SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi Gymnospermae di Kelas X SMA Negeri I Jombang

Roisatul Ainiyah

Abstrak


ABSRAK

 

Ainiyah, Roisatul. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Materi
Gymnospermae di Kelas X SMA Negeri 1 Jombang. Skripsi, Jurusan Biologi
FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar
Syamsuri, M.Pd. (II) Balqis, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Media Pembelajaran Interaktif, Gymnospermae

 

Proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari saluran/sumber pesan melalui media tertentu kepada penerima pesan. Proses belajar mengajar merupakan tahap terpenting dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga proses belajar dapat berjalan optimal. Dalam perancangan kegiatan pembelajaran seorang guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang tidak terlepas dari media pembelajaran. 

Pengadaan media pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan bantuan komputer. Komputer membantu mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan cara memvisualisasikan objek yang sulit diamati secara langsung. Komputer memiliki kemampuan multimedia, yaitu kemampuan memadukan prinsip audio dan visual secara bersamaan dalam satu sistem. Dengan kemampuan ini komputer dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X SMA Negeri I Jombang menunjukkan bahwa beberapa materi mata pelajaran biologi sulit untuk disampaikan kepada siswa termasuk materi gymnospermae. Hal ini dikarenakan sulit menemukan tumbuhan yang tergolong gymnospermae karena termasuk tumbuhan langka, proses reproduksinya lama dan sulit diamati secara langsung.

Dari uraian diatas pengembang mencoba melakukan penelitian pengembangan dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif materi gymnospermae di kelas X SMA Negeri I Jombang.

Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan model prosedural yang didasarkan pada tahapan pengembangan media pembelajaran oleh Sadiman (2008) dengan langkah-langkah: (1) analisis Kebutuhan dan karakteristik siswa; (2) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas; (3) merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; (4) mengembangkan alat evaluasi; (5) menulis naskah media; dan (6) mengadakan tes dan revisi.

Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif ini secara keseluruhan memenuhi kriteria valid dengan prosentase penilaian validator ahli media 97,06%, validator ahli materi 100%, dan hasil uji coba produk 94,55%. Sedangkan berdasarkan analisis data hasil pretes dan postes dengan uji t menunjukkan nilai signifikansi 0.00 < 0.05 yang berarti media interaktif ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 

Media pembelajaran interktif ini dapat digunakan oleh siswa untuk belajar secara individual, mampu meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, hemat waktu, dan sebagai media pembelajaran alternatif ketika kegiatan pembelajaran yang semestinya tidak dapat dilakukan. Tetapi media interaktif ini juga memiliki kekurangan, seperti hanya bisa diterapakan di sekolah yang memiliki laboraturium komputer atau ruang multimedia yang memadai dan memungkinkan siswa tidak melakukan pengamatan terhadap tumbuhan yang tergolong gymnospermae secara langsung (pembelajaran kontekstual yang seharusnya dilakukan).

Adapun saran yang diajukan dari pengembangan media interaktif ini adalah hendaknya media ini hanya digunakan sebagai media alternatif ketika kegiatan pembelajaran yang semestinya tidak dapat dilakukan, kegiatan validasi dilakukan kepada lebih dari satu ahli, uji coba produk dapat dilakukan dengan skala yang besar, dapat menggunakan observer, dilakukan sekaligus bersamaan dengan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran dipadukan dengan sintak metode pembelajaran tertentu, dan pretes dan postes dalam media pembelajaran interaktif tidak hanya digunakan untuk mengukur efektivitas media tetapi juga digunakan untuk menilai hasil belajar kognitif siswa.