SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perkembangan Kemampuan Keuangan Daerah Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Probolinggo

Rizza Nur Laila

Abstrak


ABSTRAK

 

Laila, Rizza Nur. 2010. Analisis Perkembangan Kemampuan Keuangan Daerah Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Probolinggo. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Program Studi D-III Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing, Yuli Widi Astuti SE, M Si, Ak.

 

Kata Kunci: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

 

Dalam menjalankan otonomi daerah, Pemerintah Daerah dituntut untuk menjalankan roda pemerintahan yang efektif, efisien, dan mampu mendukung peran masyarakat dalam meningkatkan pemerataan dan keadilan dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari kemampuan dalam bidang keuangan.

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjelaskan tingkat perkembangan kemampuan keuangan daerah di Kabupaten Probolingo tahun anggaran 2007-2009 dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode pemecahan masalah yang dijelaskan adalah deskriptif yaitu menjelaskan beberapa rasio keuangan daerah antara lain: derajat desentralisasi, rasio kemandirian keuangan daerah, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, dan rasio efektivitas PAD.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah yang ditunjukkan dengan angka rasio rata-ratanya adalah 5.93% berarti kemampuan pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memenuhi kebutuhan dana untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial masyarakat masih rendah. Dalam rasio derajat desentralisasi hanya memiliki 5,59%. Hal ini berarti bahwa tingkat kemandirian/kemampuan keuangan Kabupaten Probolinggo masih rendah dalam melaksanakan otonominya. Berdasarkan rasio keserasian rata-rata hanya sebesar 10.38%, ini artinya pengeluaran belanja rutin lebih besar dibandingkan dengan belanja pembangunan. Pada rasio pertumbuhan, secara keseluruhan mengalami peningkatan setiap tahunnya yang disebabkan bertambahnya pajak dan retribusi daerah. Sedangkan efektivitas PAD mengalami penurunan, tetapi masih efektif karena rasio yang dicapai melebihi 100%.

Dengan melihat hasil analisis diatas, perkembangan keuangan di Kabupaten Probolinggo disektor keuangan masih kurang. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah pendapatan dengan mengidentifikasi potensi daerah sebagai peluang baru untuk sumber-sumber penerimaan dapat dicari dalam mendukung terlaksananya otonomi daerah.