SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode TPS (Think Pair Share) dengan metode konvensional pada mata pelajaran IPS ( ekonomi) kelas VII di SMP Negeri 7 Malang

Dewi Anggraini Puspita Ningtyas

Abstrak


Upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara terus-menerus dilaksanakan baik secara konvensional maupun inovatif. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan dalam sistem pendidikan, salah satunya yaitu penyempurnaan kurikulum. Pada saat ini pemerintah sedang memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran menurut KTSP guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang lebih menitik beratkan pada peran aktif siswa dalam proses pembelajaran dapat menjadi jalan untuk melaksanakan interaksi edukatif yang lebih menyenangkan bagi siswa dengan menekankan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, yaitu dengan mengajak siswa membangun pengetahuannya sehingga siswa dapat termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Mengacu pada metode pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mengaktifkan siswa, maka metode pembelajaran yang efektif untuk mengimplementasikan KTSP salah satunya adalah pembelajaran kooperatif melalui model TPS ( Think Pair Share). Dengan menerapkan model pembelajaran ini, diharapkan pembelajaran yang dilakukan lebih bermanfaat bagi siswa. Sehingga dengan ini pembelajaran dapat lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kreativitas  serta mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa. Pemilihan model pembelajaran sangat menentukan kualitas dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran selalu terkait dengan strategi pengorganisasian yang tepat dan selanjutnya disampaikan kepada siswa strategi yang tepat pula (Dimyati, 1994). Kenyataannya,  selama ini kebanyakan dalam pelaksanaan pengajaran di sekolah hanya diberikan secara teori dan tidak menggunakan model pembelajaran yang menarik. Selain itu, pembelajaran yang selama ini dilaksanakan adalah pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi saja.

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 7 Malang yang bertujuan (1) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang mengunakan metode TPS (Think Pair Share) dengan metode konvensional pada mata pelajaran IPS (ekonomi) kelas VII di SMP Negeri 7 malang. (2) Untuk mengatahui apakah hasil belajar siswa kelas eksperimen (TPS) lebih unggul dari kelas kontrol (konvensional).

Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasy Eksperimental Design). Subjek dalam penelitian ini ada dua kelas, yaitu: VII-A sebagai kelas kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS)  sebanyak 43 siswa dan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan metode konvensional sebanyak 43 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi partisipasif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t (t-test) Independent Sample Test dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum data dianalisis dilakukan uji prasyarat analisis homogenitas dan normalitas. Uji-t digunakan untuk menguji beda rata-rata dan hipotesis penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada perbedaan hasil belajar siawa yang di ajar menggunakan metode TPS (think pair share) dengan metode konvensional pada mata pelajaran IPS (ekonomi) siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Malang. Dimana rata- rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang telah diajar dengan metode TPS (think pair share) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang telah diajar dengan metode konvensional yaitu 81,62 pada kelas eksperimen dan 77,1 pada kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang menggunakan metode TPS (think pair share) lebih baik daripada menggunakan metode konvensional.

Berdasarkan pada penelitian yang telah dilaksanakan, maka terdapat saran yaitu dengan memperhatikan dari hasil temuan dalam penelitian ini, diharapkan metode pembelajaran TPS (think pair share) dapat diterapkan pada mata pelajaran yang dipilih secara selektif terutama pada mata pelajaran (IPS) ekonomi dan khususnya pada pokok bahasan “perusahaan dan badan usaha” agar hasil belajar siswa semakin meningkat. Karena metode pembelajaran TPS (think pair share) tidak dapat sepenuhnya diterapkan pada semua mata pelajaran, maka guru dalam mengajar harus lebih cermat lagi dalam memilih metode- metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan agar hasil belajar siswa bisa maksimal. Terbukti dari hasil penelitian ini dengan metode yang tepat dan bervariasi yaitu TPS (think pair share) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.