SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALSIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PENDAPATAN DAN BEBAN STUDI KASUS PT. BANK BTPN MUR KANTOR CABANG MALANG

Ario Budi Perdana

Abstrak


ABSTRAK

 

Budi Perdana, Ario. 2010. Analisis Perlakauan Akuntansi Terhadap Pendapatan dan Beban Studi Kasus PT. BTPN MUR Kantor Cabang Malang. Tugas Akhir, Jurusan Dimploma – III, Fakultas Ekonomi Universitas Negri Malang. Pembimbing: Satia Maharani SE., M.Sa. Ak

 

Kata Kunci: Pengakuan, Metode, Penilaian dan Penyajian Pendapatan dan Beban dalam Laporan Keuangan

            Pendapatan dan beban merupakan salah satu elemen penting dalam penyusunan laporan laba rugi, karena besarnya pendapatan dan beban yang diakui pada suatu periode akuntansi akan berpengaruh pada besarnya laba rugi yang akan diakui oleh perusahaan. Permasalahan yang timbul pada PT. Bank BTPN MUR adalah saat  penentuan pengakuan pendapatan dengan cara metode  basis dan cash basis dalam menentukan apakah pendapatan bunga tersebut termasuk performing atau non performing loan.

            Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah perlakuan akuntansi pada akuntasi  pendapatan dan beban sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Penulisan ini dilakuan pada laporan keuangan yang dilakukan PT. Bank BTPN MUR per 31 Desember 2008 dan 2009. Metode analisis yang dilakukan adalah menganalisis metode pengakuan pendapatan dan beban apakah sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan menganalisis dampak dari penerapan metode pengakuan terhadap laporan keuangan khususnya laporan laba rugi.

            Hasil pembahasan Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa ternyata ditemukan pengguanaan metode pengakuan pendapatan yang salah yaitu ketika bank dengan sengaja dalam menggolongkan pendapatan bunganya yang seharusnya non performing tetapi ditetapkan sebagai performing. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap penyajian nilai laporan keuangan khususnya lapora laba rugi akan terlihat lebih menguntungkan dimana laba akan tampak lebih besar, bila menetapkan pendapatan bunga tersebut secara  performing. Pihak bank seharusnya mengevaluasi kembali apakah kesalahan seperti ini disengaja atau tidak di sengaja, atau  atas dasar kesalahan kebijakan bank atau karena factor human erorr.