SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Analisis Prediksi Kebangkrutan dengan Model Z-Score Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan Yang Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Nena Prasetyo Prihatiningdyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Prihatiningdyah. Nena P. 2010. Pengaruh Analisis Prediksi Kebangkrutan dengan Model Z-Score Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan Yang Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) DR. Dyah Aju Wardhani, S.E., M.Si., Ak., (II) Diana Tien, S.Pd., M.Ed.

 

Kata-kata kunci: Kebangkrutan Perusahaan, Analisis Z-Score, dan Harga Saham Perusahaan Pertambangan.

Kebangkrutan merupakan suatu keadaan atau situasi dalam hal ini perusahaan gagal atau tidak mampu lagi memenuhi kewajiban-kewajiban kepada debitur karena perusahaan mengalami kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya sehingga tujuan ekonomi yang ingin dicapai yaitu profit tidak tercapai. Hal ini dikarenakan laba yang diperoleh perusahaan digunakan untuk mengembalikan pinjaman, membiayai operasi perusahaan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi bisa ditutup dengan laba atau aktiva yang dimiliki.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebangkrutan perusahaan pertambangan dengan model Z-Score dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kebangkrutan dengan model Z-Score terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang go-public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan Pertambangan di BEI yang listing periode 2006-2008, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 11 perusahaan dengan teknik purposive sampling, dimana teknik pengumpulan datanya adalah dengan teknik dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Z-Score dan analisis regresi linier sederhana.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 terdapat 2 perusahaan yang termasuk dalam kategori tidak bangkrut, 4 perusahaan dalam kategori gray area, dan 5 perusahaan dalam kategori bangkrut. Pada tahun 2007 terdapat 5 perusahaan dalam kategori tidak bangkrut, 2 perusahaan dalam kategori gray area, dan 4 perusahaan dalam kategori bangkrut. Pada tahun 2008 terdapat 3 perusahaan dalam kategori tidak bangkrut, 6 perusahaan dalam kategori gray area, dan 2 perusahaan dalam kategori bangkrut. Analisis kebangkrutan dengan model Z-Score berpengaruh terhadap harga saham.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat menambah periode penelitian, mengganti objek penelitian, dan mengganti metode analisis yang digunakan selain model Z-Score.