SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Calon Debitur sebagai Upaya Meminimalisir Kredit Macet Pada PT BTPN MUR Cabang Malang

rhiska fitriana

Abstrak


ABSTRAK

 Fitriana, Rhiska Nur 2009. Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Calon Debitur sebagai upaya Meminimalisir Kredit Macet pada PT. BTPN MUR Cabang Malang, Tugas Akhir, Program Studi, Diploma III Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Satia Nur Maharani, SE., MSa.,Ak.

 

Kata kunci: Kinerja Keuangan, Calon Debitur, Kredit Macet.

 

Bank memberikan pinjaman dalam bentuk kredit sebagai upaya membantu pihak ketiga yang mengalami kesulitan dana. Salah satu alat seleksi kredit yang digunakan adalah menilai kinerja keuangan dari calon debitur, dimana dari kinerja keuangan tersebut Bank bisa memberikan keputusan kredit. 

Penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis pengukuran kinerja keuangan yang selama ini dilakukan oleh PT BTPN MUR Cabang Malang. Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui adanya kelemahan analisis yang selama ini digunakan oleh bank. Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut maka pihak penulis merekomendasikan solusi baru guna mengurangi masalah yang ditimbulkan khususnya kredit macet.

 

Dalam penulisan ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, agar pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai analisis pengukuran kinerja keuangan calon debitur yang dilakukan terhadap calon debitur yang dilaksanakan oleh PT BTPN MUR Cabang Malang. Pengukuran kinerja keuangan calon debitur yang dilakukan PT BTPN MUR dalam menyalurkan kredit hanya menggunakan satu analisis rasio keuangan yaitu Rasio Aktivitas. Rasio Aktivitas hanya memberikan informasi mengenai sejauh mana efektivitas penggunaan aset perusahaan sedangkan informasi-informasi penting lainnya belum dapat diprediksi hanya dengan Rasio ini. Oleh karena itu penulis merekomendasikan pengukuran kinerja keuangan calon debitur dengan menggunakan tiga analisis rasio tambahan diantaranya: 1) rasio likuiditas, 2) rasio profitabilitas, 3) rasio solvabilitas. Menurut penulis dengan menggunakan tiga analisis rasio keuangan maka informasi-informasi penting dari calon debitur yang didapat akan semakin luas sehingga masalah yang timbul seperti kredit macet dapat diminimalisir.

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pengukuran kinerja keuangan calon debitur yang dibangun oleh PT BTPN MUR selama ini masih kurang karena angka kredit bermasalah yang terjadi masih tergolong tinggi.  Oleh sebab itu penulis dapat memberikan saran yaitu: 1). Pihak Bank harus lebih selektif dan prediktif dalam menganalisis kinerja keuangan calon debitur yang mengajukan kredit, 2) Proses pengukuran kinerja keuangan calon debitur hendaknya tidak hanya memakai satu analisis rasio saja namun ditambah dengan tiga analisis yang diremomendasikan penulis supaya informasi yang dihasilkan lebih luas dan prediktif, 3) Perlu pengelompokan jenis perusahaan berdasarkan skala usaha sehingga batas pengukuran kinerja keuangan calon debitur dapat menggunakan rata-rata perusahaan yang sejenis, 4) Adanya kerjasama yang baik antara pihak Bank dengan debitur sehingga dapat mencegah timbulnya kredit macet.