SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

sistem kredit cukai atas pemesanan pita cukai hasil tembakau di kantor pengawasan dn pelayanan bea dan cukai tipe A2 Juanda

made putra

Abstrak


ABSTRAK

 

I Made Surya Di Putra, 2010 Analisis Sistem Kredit atas Pembayaran Pita Cukai Hasil Tembakau (Rokok) di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A2 Juanda. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi Univerisitas Negeri Malang, Pembimbing Dr. Dyah Ayu Wardani. SE, Msi. Ak

 

Kata Kunci : Kredit Cukai, Penagihan , Pelunasan Cukai  dan Pengawasan Kredit Cukai.

 

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda adalah unit organisasi terdepan dari Departemen Keuangan untuk melaksanakan tugas pengawasan lalulintas barang impor dan ekspor, pengawasan barang kena cukai, dan bertugas juga memungut bea masuk, bea keluar dan cukai.

 

Cukai adalah salah satu penerimaan negara terbesar yang diperoleh negara dari produksi rokok. Pemungutan cukai harus dilaksanakan sejak barang kena cukai (BKC) selesai dibuat. Pelaksanaan pembayaran cukai rokok dilakukan dengan menempelkan/melekatkan pita cukai pada pembungkus rokok sebagai bukti sudah membayar cukai.

 

Dengan demikian para pengusaha pabrik rokok harus menyediakan sejumlah uang untuk membeli pita cukai yang akan dilekatkan pada produksi rokoknya. Uang yang harus disediakan pengusaha rokok untuk membeli pita cukai cukup banyak. Tergantung dari hasil produksi barang kena cukai yang dihasilkan.

 

Dalam rangka memberi keringanan para pengusaha rokok agar tidak terlalu terbebani harus menyediakan sejumlah uang (dana) untuk membeli pita cukai secara langsung, maka Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan fasilitas penundaan pembayaran cukai atau sering dikenal dengan kredit cukai. Dengan demikian dana yang seharusnya untuk membeli pita cukai secara langsung, dapat dipergunakan untuk kegiatan operasinal perusahaan yang lain.  

 

Pemberian kredit cukai yang selama ini telah berlangsung di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda, sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi perusahaan rokok. Namun persyaratan pemberian kredit dengan batasan nilai omset tertentu terdapat kelemahan yang perlu diperbaiki. Masih banyak perusahaan rokok yang layak memperoleh kredit, akan tetapi karena ketidaktahuan  para pengusaha rokok, mereka tidak dapat menikmati fasilitas tersebut.  

 

Oleh karena itu kedepan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Juanda, diharapkan sering memberikan sosialisasi tentang kredit cukai kepada para pengusaha rokok.  Harus mengusulkan ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta untuk menyempurnakan sistem pemberian kredit cukai. Agar fasilitas kredit cukai ini bisa dinikamati para pengusaha rokok Usaha Kecil Menengah (UKM), tidak hanya dinikmati oleh perusahaan rokok yang besar.