SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI MIND MAPPING DAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DASAR DI KELAS X AKUNTANSI SMK MUHAMMADIYAH 5 KEPANJEN

Nur Lailatul Qomariah

Abstrak


RINGKASAN

 

Berdasarkan hasil pengamatan di kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen diketahui keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran masih rendah dan hasil belajar siswa kurang memuaskan, terutama pada maat pelajaran akuntansi. Masalah keaktifan ini adalah kurangnya ketrampilan berbicara pada saat Tanya jawab dalam pembelajaran. Begitu pula ketika ulangan harian ternyata hasilnya kurang  memuaskan sehingga banyak siswa yang harus mengikuti remidi. Berdasarkan pengamatan ini, penelitian tentang penerapan model pembelajaran kolaborasi mind mapping dan two stay two stray perlu dilakukan. Melalui kolaborasi dua metode ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

 

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa X Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 33 siswa dengan rincian 27 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar aktivitas siswa, soal pretest dan post test.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kolaborasi mind mapping dan two stay two stray dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi dasar di kelas X Akuntansi SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Peningkatan keaktifan siswa tampak dari perubahan prilaku siswa setelah dilakukan tindakan. Siswa menjadi percaya diri dalam menjawab pertanyaan maupun mengemukakan pendapatnya . siswa mulai terlatih untuk menyelesaikan tugasnya secara individu terlebih dahulu. Jika siswa menemukan kesulitan, siswa bertanya kepada guru atau mendiskusikan dengan temannya. Siswa juga tampak antusias dan lebih bersemangat ketika pada tahap mepresentasikan hasil mind mapping serta pada tahap berkelompok bertamu dan tinggal (two stay two stray). Begitu pula hasil belajar siswa setelah pelaksanaan siklus II  sebanyak 91% dari 33 siswa atau sebanyak 30 siswa tuntas hasil belajarnya. Hasil ini meningkat bila dibandingkan dengan hasil post test yang dilakukan diakhir tindakan siklus I yaitu sebesar 64% dari 33 siswa atau sebanyak 21 siswa yang tuntas belajar.

 

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan adalah : 1) guru harus dapat mengatur waktu dengan baik karena waktu belajar yang terbatas, 2) penerapan model pembelajaran kolaborasi mind mapping dan two stay two stray dapat diterapkan disekolah serta mata pelajaran lainnya. 3) guru harus memfokuskan pada elemen-elemen cooperative learning yang meliputi ketergantungan positif, tanggung jawab individu, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi untuk meningkatkan aktivitas dan  hasil belajar siswa.

 

Kata Kunci:Mind Mapping; Two stay Two Stray (TSTS); Aktivitas Belajar;Hasil Belajar