SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak, Ekstensifikasi Pajak, Pemeriksaan Pajak, dan Penagihan Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Badan (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen Tahun 2014-2018)

Indri Riani

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Riani, Indri. 2019. Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak, Ekstensifikasi Pajak, Pemeriksaan Pajak, dan Penagihan Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Badan (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kepanjen Tahun 2014-2018). Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing Dr. Dodik Juliardi, S.E., M.M., Ak

 

Kata Kunci : kepatuhan wajib pajak, ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, penagihan pajak, penerimaan pajak penghasilan badan, theory of planned behaviour (TPB)

 

Pajak merupakan sumber penerimaan APBN terbesar di negara Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk meningkatkan penerimaan sektor pajak dalam rangka mensukseskan pembangunan. Salah satu sumber penerimaan terbesar negara Indonesia adalah pajak penghasilan. Undang-undang Pajak Penghasilan telah menetapkan sistem pemungutan pajak secara self assessment sehingga wajib pajak diberi kepercayaan dan tanggung jawab untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri jumlah pajak yang terhutang. Penerapan self assessment menyebabkan timbulnya tunggakan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antara variabel bebas kepatuhan wajib pajak, ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, dan penagihan pajak terhadap variabel terikat yaitu penerimaan pajak penghasilan badan.

Menurut Theory Planned of Behaviour, wajib pajak akan patuh atau tidak dalam kewajibannya di bidang perpajakan dengan mempertimbangkan manfaat dari tindakannya dalam membayar pajak. Penurunan realisasi penerimaan pajak menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak mulai berkurang karena wajib pajak tidak melaksanakan kewajiban perpajakannya. Maka, DJP melaksanakan usaha ekstra berupa ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, dan penagihan pajak untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif eksplanatori. Data penelitian berupa data sekunder selama 5 tahun dari tahun 2004 sampai 2018 dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Data tersebut diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan badan, ekstensifikasi pajak berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan badan, pemeriksaan pajak berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan badan, dan penagihan pajak berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan badan.