SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid dalam Perspektif Bhuppa' Bhabhu' Ghuru Rato (Studi Etnografi pada Masjid Agung Asy-Syuhada' Kabupaten Pamekasan)

Ariyanto Rofiqi

Abstrak


ABSTRAK

Ariyanto, Rofiqi.  2019. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid dalam Perspektif Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato (Studi Etnografi pada Masjid Agung Asy-Syuhada’ Kabupaten Pamekasan). Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak.

Kata Kunci: Budaya Madura, Akuntabilitas, Kepatuhan

Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato merupakan budaya Madura yang sampai saat ini masih eksis terpelihara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Alih-alih terjebak dalam hegemoni kepatuhan terhadap keempat figur tersebut, nyatanya sampai saat ini kepatuhan tersebut tidak menjadi sebuah hal yang mengikat. Budaya tersebut juga masih dapat ditemui di lingkungan Masjid  yang saat ini berkembang tidak hanya sebagai tempat ibadah spiritual, tetapi lebih luas untuk memenuhi kebutuhan umat dalam berbagai aspek kehidupan. Kompleksitas program yang dijalankan, menuntut akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat khususnya pengurus memaknai akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan tujuan untuk mendapatkan pemaknaan mendalam atas nilai-nilai Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato terhadap pengelolaan keuangan masjid. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukan makna akuntabilitas pengelolaan keuangan yang lebih dari sekadar penjelasan finansial. Dimulai dari sikap patuh terhadap sosok Rato yang menuntut untuk melakukan pencatatan keuangan sesuai standar. Diluar keempat figur tersebut penempatan tuhan pada posisi puncak kepatuhan menjadi motivasi pertama untuk  mengedepankan akuntabilitas program daripada akuntabilitas laporan keuangan.

Diharapkan peneliti selanjutnya mampu melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan pendekatan budaya terhadap budaya lain yang menyimpan keunikan masing-masing untuk diungkap.

 

ABSTRACT

Ariyanto, Rofiqi. 2019.  Accountability of Mosque Financial Management in Perspective of Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato (An Ethnography Study on Masjid Agung Asy-Syuhada’ Pamekasan). Sarjana’s Thesis. Department of Accounting, Faculty of  Economics, Universitas Negeri Malang, Advisor Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak.

Keywords: Madura culture, Accountability, Compliance

Bhuppa’ Bhabhu' Ghuru Rato is a Madurese culture that still exists today in the daily lives of people. Instead of getting caught up in the hegemony of obedience to the four figures, in fact until now this compliance has not become a binding thing. The culture can also be found in the mosque environment which is currently developing not only as a place of spiritual worship, but more broadly to meet the needs of the ummah in various aspects of life. The complexity of the programs that are carried out requires accountability in managing the mosque's finance to be important. This study aims to find out how the community, especially administrators, interpret accountability of the financial management of the mosque.

This study uses a qualitative research method with an ethnographic approach with the aim of obtaining a deep meaning of the values of Bhuppa ’Bhabhu’ Ghuru Rato towards the management of the mosque's finances. Data collection is done through interviews, observation, and documentation.

The results of this study show the meaning of financial management accountability that is more than just a financial explanation. Starting from the attitude of obedience to the figure of Rato who demanded financial records according to standards. Outside of these four figures the placement of God at the peak position of obedience is the first motivation for promoting program accountability rather than accountability of financial statements.

It is hoped that the next researcher will be able to conduct more in-depth research with a cultural approach to other cultures that hold each other's uniqueness to be revealed.