SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengukuran Hasil Belajar dengan Self Efficacy dan Motivasi Belajar sebagai Variabel Prediktor melalui Kemandirian Belajar.

An-Nisa Wilih Aida

Abstrak


RINGKASAN

An-Nisa, W. A. 2019.  Pengukuran Hasil Belajar dengan Self Efficacy dan Motivasi Belajar sebagai Variabel Prediktor melalui Kemandirian Belajar. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA.

Kata Kunci: hasil belajar, self efficacy, motivasi belajar, kemandirian belajar.

Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal baik dari sistem pendidikan, pendidik serta peserta didik itu sendiri. Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja. Tujuan penelitian:

(1) pengaruh langsung self efficacy terhadap kemandirian belajar,

(2) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap kemandirian belajar,

(3) pengaruh langsung self efficacy terhadap hasil belajar,

(4) pengaruh langsung motivasi belajar terhadap hasil belajar,

(5) pengaruh langsung kemandirian belajar terhadap hasil belajar,

(6) pengaruh tidak langsung self efficacy terhadap hasil belajar melalui kemandirian belajar,

(7) pengaruh tidak langsung motivasi belajar terhadap hasil belajar melalui kemandirian belajar.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanasi dengan menggunakan analisis statitstik deskriptif dan analisis jalur (path analyse). Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah self efficacy () dan motivasi belajar () dengan variabel terikat adalah hasil belajar (Y) dan variabel intervening yaitu kemandirian belajar (Z). Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Program Keahlian Akuntansi Keuangan dan Lembaga di SMKN 2 Kediri Kota Kediri yang berjumlah 175 peserta didik dengan sampel 122 peserta didik. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Skala yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 opsi jawaban. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan metode dokumentasi. Uji kelayakan instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis jalur (path analyse). Sebelum melakukan analisis jalur terdapat 3 asumsi klasik yang digunakan, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas.

Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa:

(1) variabel hasil self efficacy dalam kategori cukup tinggi/cukup baik;

(2) variabel motivasi belajar dalam kategori cukup tinggi/cukup baik;

(3) variabel kemandirian belajar dalam kategori cukup tinggi/cukup baik;

(4) variabel hasil belajar dalam kategori rendah/kurang baik.

Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa;

(1) model regresi memenuhi asumsi normalitas;

(2) model regresi tidak terjadi multikolinearitas;

(3) model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji hipotesis/uji t menunjukkan bahwa:

(1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel self efficacy terhadap kemandirian belajar;

(2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel motivasi belajar terhadap  kemandirian belajar;

(3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel self efficacy terhadap hasil belajar;

(4) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar belajar;

(5) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kemandirian belajar terhadap hasil belajar belajar;

(6) terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara variabel self efficacy terhadap hasil belajar melalui kemandirian belajar;

(7) terdapat pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan antara variabel motivasi belaajr terhadap hasil belajar melalui kemandirian belajar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan:

(1) bagi siswa diharapkan dapat memupuk self efficacy, meningkatkan motivasi belajar serta menyediakan hal-hal yang dapat menunjang belajar;

(2) bagi guru diharapkan mampu menumbuhkan self efficacy dan motivasi siswa, serta meningkatkan kemandirian belajar siswa untuk meningkatkan hasil belajar;

(3) bagi sekolah diharapkan sekolah dapat memfasilitasi dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa;

(4) bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat menjadikan kemandirian belajar sebagai variabel terikat, melakukan sebuah penelitian tentang variabel lain, seperti kecerdasan interpersonal, minat, dukungan orang tua, dan konformitas teman sebaya, serta dapat menambah teknik pengumpulan data.