SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERILAKU WAJIB PAJAK RUMAH KOS DALAM PERSPEKTIF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR

Nurhayati Nurhayati

Abstrak


ABSTRAK

Nurhayati. 2019.  Perilaku Wajib Pajak Rumah Kos Dalam Perspektif Theory of Planned Behavior. Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Hj. Yuli Widi Astuti, S.E. M.Si., Ak.

Kata Kunci: Pajak Rumah Kos, Self Assesment System,Theory of Planned Behavior

Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah yang menetapkan pajak rumah kos sebesar 5% bagi pemilik rumah kos yang memiliki kamar diatas 10 (sepuluh).Selama Perda tersebut berjalan sampai saat ini kesadaran pemilik rumah kos dalam memenuhi kewajibannya belum menunjukkan itikad baik. Sebagai upaya mendorong kepatuhan, Pemerintah saat ini menerapkan self assessment system. Namunself assessment systembelum berjalan sesuai yang diinginkan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Wajib Pajakdalam perspektif theory of planned behaviordan pemaknaan perhitungan pajak yang dijalankan Wajib Pajak.

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan termasuk penelitian studi fenomenologi. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci penelitian. Data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk menjaga keabsahan temuan, peneliti menggunakan uji triangulasi metodologi dan triangulasi data.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku Wajib Pajak menurut theory of planned behavior dipengaruhi oleh sikap, dorongan dari keluarga, dan adanya kontrol dari aparat pajak. Pada aspek sikap, ada beberapa Wajib Pajak yang belum mengetahui adanya pajak ruma kos, akan tetapi keseluruhan Wajib Pajak sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai kewajiban perpajakannya, akan tetapi kurang adanya dukungan faktor situasi, dimana ada banyaknya korupsi yang dilakukan oleh para oknum petugas pajak sehingga akan menurunkan niat Wajib Pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. Pemaknaan perhitungan yang dilakukan oleh Wajib Pajak belum sepenuhnya menunjukkan kepatuhan Wajib Pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. Wajib Pajak masih berkeinginan untuk membayar pajak lebih kecil dari yang seharusnya dengan keinginan untuk tidak melaporkan seluruh kegiatan usahanya. Dimana pada saat menghitung pajak rumah kos Wajib Pajak menggunakan hitungan pada saat pertama dilakukannya operasi gabungan. Kepatuhan dalam menghitung dan membayar pajak dengan pendekatanself assessment system rupanya belum membuat Wajib Pajak berlaku jujur dalam menghitung keseluruhan omset penghasilan usaha rumah kos mereka. Keterbatasan penelitian ini hanya terbatas di satu Kecamatan dan hanya menggunakan Pajak Daerah rumah kos belum pada pajak Daerah lain. Adapun saran yang yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian di seluruh Kecamatan di Kota Malang dan jangan hanya terpacu pada pajak rumah kos saja.