SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Struktur Aset, Profitabilitas dan Growth Opportunity Terhadap Kebijakan Hutang

Dewi Anggista Puspita

Abstrak


ABSTRAK

Dewi, Anggista Puspita. 2019.  Pengaruh Struktur Aset, Profitabilitas dan Growth Opportunity Terhadap Kebijakan Hutang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ani Wilujeng Suryani, S.E., M.ActgFin, Ph.D.

Kata Kunci: kebijakan hutang, struktur aset, profitabilitas, growth opportunity

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur aset, profitabilitas dan growth opportunity terhadap kebijakan hutang. Kegiatan operasional perusahaan dapat dibiayai dari hutang. Perusahaan dalam menentukan hutang yang akan diambil, harus mempertimbangkan seberapa besar jaminan yang tersedia, kemampuannya dalam menghasilkan laba, serta keberlanjutan perusahaan di masa depan, sehingga semakin besar bahan pertimbangan yang dilakukan akan meningkan citra perusahaan dan menurunkan kemungkinan terjadi financial distress.

Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif eksplanasi. Data dikumpulkan dari annual report 16 perusahaan konstruksi bangunan di Indonesia selama periode 2014 sampai 2017. Struktur aset diukur dengan menggunakan fixed assets ratio (FAR), profitabilitas menggunakan return on assets (ROA), growth opportunity menggunakan price earning ratio (PER) dan kebijakan hutang menggunakan debt to equity ratio (DER).  Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan dan umur perusahaan sebagai variabel kontrol. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi data panel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur aset berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan hutang, sedangkan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan. Namun, growth opportunity menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan perlu mempertimbangkan peningkatan profitabilitas dalam memenuhi dana perusahaan, sehingga kebutuhan dana eksternal tidak tinggi. Selain itu, manajer perusahaan perlu mempertahankan tingkat hutang untuk menjaga reputasi dan kepercayaan pihak eksternal terhadap perusahaan serta mencegah terjadinya financial distress.