SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Anggaran - Realisasi Instalasi Produk Speedy Pada Kopegtel Blimbing Malang Untuk Meningkatkan Penjualan

Rifka Hidayati

Abstrak


Seorang manajer sangat berperan penting dalam melakukan kegiatan manajemen mulai dari kegiatan perencanaan sampai dengan pengendalian agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan ke arah tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba, maka perusahaan membutuhkan alat perencana serta pengendalian yang terpadu yang dikenal dengan sebuah anggaran.

Data yang diteliti adalah data mengenai penjualan atau data pelanggan Speedy pada KOPEGTEL - KANDATEL, Blimbing-Malang dengan periode pengamatan adalah data penjualan/pelanggan Speedy tahun 2007 dan tahun 2008. PT. TELKOM melakukan kerjasama dengan KOPEGTEL dalam jasa penjualan Speedy, dalam aktivitas pihak KOPEGTEL selaku mitra PT. TELKOM melakukan kegiatan peramalan atas peningkatan penjualan sebagai target yang harus dipenuhi. Penentuan target penjualan yaitu ditentukan dengan meningkatkan sebesar 10% dari total penjualan tahun sebelumnya.

PT. Telkom menggunakan metode penyusunan anggaran dari nol (zero-base budgeting) yang menuntut manajer memulai dari tingkat anggaran nol. Dari analisis selisih harga jual, diketahui bahwa realisasi harga jual tidak sesuai dengan harga jual yang dianggarkan. Hal ini dikarenakan dalam penetapan naik turunnya harga jual dipengaruhi oleh daya beli konsumen atau minat konsumen yang secara langsung mempengaruhi jumlah penjualan. Sedangkan dalam analisis selisih kuantitas penjualan, digunakan untuk membedakan jumlah kapasitas produk yang telah dicapai selama periode tahun 2007-2009 dengan maksud untuk mengetahui berapa jumlah penjualan tertinggi yang telah dicapai perusahaan selama periode tersebut. Dalam menetapkan target penjualan tersebut kurang cukup untuk dijadikan pedoman dalam penentuan anggaran penjualan karena tidak mempertimbangkan jenis produk atau jasa yang diproduksi, dan keterampilan atau keahlian tenaga kerja. Manfaat anggaran yang sesuai pada penerapan anggaran penjualan PT. Telkom, yaitu anggaran hanya sebagai alat penaksir atau penentu arah.

Hal-hal yang menjadikan tidak tercapainya anggaran penjualan Kopegtel yaitu dalam penyusunan anggaran penjualan yang dilakukan selama ini hanya melibatkan manajer puncak dan tingkat penjualan yang mengalami penurunan diakibatkan karena produk yang ditawarkan merupakan produk yang digunakan satu kali proses, sehingga seorang konsumen yang menjadi pelanggan tidak akan melakukan proses untuk kedua kalinya. Selain itu, pangsa pasar hanya tertuju pada wilayah pemasaran tahun 2007, sehingga penjualan dirasa kurang optimal karena masyarakat mayoritas sudah menggunakan Speedy.