SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAPORAN ASET BIOLOGIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DALAM PERSPEKTIF SAK-ETAP (STUDI KASUS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DESA ORO-ORO OMBO KOTA BATU)

Wahid Muhammad Irsan Y Hi

Abstrak


ABSTRAK

Wahid, Muhammad Irsan Y. Hi. 2019. Pelaporan Aset Biologis Pada Peternakan Sapi Perah Dalam Perspektif SAK-ETAP (Studi Kasus Pada Perternakan Sapi Perah Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Puji Handayati, S.E., M.M, AK. CA, C.MA 

Kata Kunci: SAK ETAP, Aset biologis, Pengakuan, Pengukuran, Penyajian, Pengungkapan, UMKM.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi atas aset biologis sesuai perspektif SAK-ETAP menyangkut pengakuan, pengukuran, pelaporan dan pengungkapan pada laporan keuangan. Menyarankan agar melakukan pencatatan laporan keuangan sesuai standar SAK ETAP sehingga dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan bagi peternakan sapi perah Oro-oro Ombo. pelaporan aset biologis yang sesuai standar dan juga sesuai dengan fakta yang ada dapat menguntungkan dalam usaha peternakan sapi perah untuk kedepannya.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah peternakan sapi perah Oro-oro Ombo dan objek penelitian beruapa sapi perah. Data primer yang digunakan penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan informan yang bertanggungjawab langusung pada pengelolohan usaha peternakan sapi. Sedangkan data sekunder digunakan sebagai pendukung dari primer berupa dokumen-dokumen yang memiliki keterkaitan dengan objek penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengakuan aset biologis berupa sapi dalam perlakuan akuntansi menurut peternakan sapi diakui sebagai aset tetap dan pengukuran aset biologis diukur sebesar nilai wajar atau sama dengan harga pasar. Pelaporan yang dilakukan oleh peternakan mencakup laporan sederhana yang hanya menunjukan besarnya pendapatan yang diterima selama sebulan dan juga catatan pengeluaran biaya-biaya yang dikeluarkan oleh peternakan. Pengungkapan aset biologi pada peternakan berupa sapi perah berisi kebijakan yang tidak mengakui adanya pengelompokan aset berdasarkan aset berdasarkan masa produktif aset tersebut. Sehingga aset biologis pada peternakan sapi perah Oro-oro Ombo mulai dari pengakuan, pengukuran, pelaporan dan pengungkapan belum sesuai dengan standar SAK-ETAP.

 

ABSTRACT

Wahid, Muhammad Irsan Y Hi 2019.  Biological Asset Reporting On Dairy Farms Based On SAK-ETAP Perspective (Case Study On Dairy Farms In Oro-Oro Ombo Village, Batu City) Sarjana’s Thesis. Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang,  Advisor: Dr. Puji Handayati, S.E., M.M, AK. CA, C.MA 

Keywords: Keywords: SAK ETAP, biological ASSETS, recognition, measurement, Presentation, disclosure, Small Medium Enterprises.

The purpose of this study is to find out how accounting for biological assets is based on the perspective of SAK-ETAP regarding recognition, measurement, reporting and disclosure of financial statements. Advise to record financial statements in accordance with the standard, so it can be made a decision making material for dairy farms Oro-Oro Ombo. Appropriate biological asset reporting standards and also in accordance with the facts can be profitable in the efforts of dairy farms for the future.

This research is a qualitative study with the type of case study research. The subject of this study is Oro-oro Ombo Dairy Farm and the research object of the dairy cattle. The primary Data used by this research is the results of interviews with informists who are responsible for the management of cow breeding business. Secondary data is used as a supporter of the primary documents that have interconnectedness with the research object.

The results showed that the recognition of biological assets in the form of cattle in accounting treatment according to cattle farms is recognized as a fixed asset and the measurement of biological assets is measured at fair value or equal to the market price. The reporting done by the farm includes a simple report that only shows the amount of income received for a month as well as the expense record of expenses incurred by the farm. Disclosure of biological assets on farms of dairy cattle contains policies that do not recognise the grouping of assets based on assets based on the productive period of the asset. Thus, the biological assets of Oro-Oro Ombo Dairy Farm from recognition, measurement, reporting and disclosure have not been in line with the SAK-ETAP standard