SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM TEACHING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 3 MALANG

RATNA SETIONINGRUM

Abstrak


ABSTRAK
Setioningrum, Ratna. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Penerapan Pembelajaran Team Teaching terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. (II) Satia Nur Maharani, S.E., M.Si., Ak
Kata Kunci: Persepsi, Pembelajaran Team Teaching, Motivasi Belajar, Hasil Belajar
Team teaching merupakan pengembangan dari adanya pengajaran individual (individualized instruction) yang memperhatikan perbedaan-perbedaan karakteristik dan kebutuhan masing-masing siswa. Team teaching adalah sebuah pengaturan pengajaran yang melibatkan sedikitnya dua guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian atau evaluasi belajar siswa. Penerapan pembelajaran team teaching di sekolah akan menimbulkan persepsi siswa untuk lebih termotivasi dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Dengan meningkatnya motivasi belajar siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang, (2) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 3 Malang, (3) pengaruh persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching terhadap hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilakukan kepada 53 siswa kelas XI IS-1 dan XI IS-2 di SMA Negeri 3 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanasi asosiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (angket) dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,702, (2) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,744, (3) persepsi siswa tentang penerapan pembelajaran team teaching berpengaruh terhadap hasil belajar siswa melalui motivasi belajar siswa dengan nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,567 dan mempunyai pengaruh tidak langsung sebesar 0,398, total nilai keseluruhan sebesar 0,965.
Berdasarkan penelitian ini maka saran yang dapat diberikan adalah: (1) para guru team teaching harus meningkatkan kemampuan mengajar yang lebih kreatif, penggunaan media belajar yang lebih inovatif, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa mempunyai persepsi yang positif terhadap pembelajaran yang diterapkan dan siswa menjadi termotivasi untuk belajar. Sehingga hasil belajar (tujuan belajar) dapat dicapai secara maksimal, (2)Siswa diharapkan selalu memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan pembelajaran team teaching yang dilakukan guru. Persepsi positif siswa dapat timbul jika terjalin komunikasi yang baik antara siswa dengan guru team teaching, dapat saling terbuka (open mind) dalam segi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sikap penerimaan yang baik terhadap keberadaan guru team teaching serta rasa kepercayaan yang besar siswa bahwa penerapan pembelajaran team teaching dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Sehingga ketika diajar oleh guru team teaching akan termotivasi mengikuti pelajaran dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal, (3) Bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian sejenis, disarankan dapat memperluas variabel yang akan diteliti. Misalnya dengan menambah variabel pengaruh minat dan bakat siswa dalam mengikuti pembelajaran team teaching, kebiasaan belajar siswa, gaya belajar siswa penilaian hasil belajar siswa diperluas dengan menambahkan ranah afektif siswa dan ranah psikomotorik siswa. Sehingga dapat mengungkapkan lebih banyak permasalahan yang dapat diteliti.