SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kepemilikan Institusional, Risiko Bisnis, Pertumbuhan Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEI

Wardani Sofi Kusuma

Abstrak


ABSTRAK

Wardani, Sofi Kusuma. 2019. Pengaruh Kepemilikan Institusional, RisikoBisnis, Pertumbuhan Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEI. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nurika Restuningdiah, S.E. M.Si., Ak, CA.

Kata Kunci:Kepemilikan Institusional, Risiko Bisnis, Pertumbuhan Perusahaan, Profiabilitas dan Kebijakan Hutang.

Kebijakan pendanaan merupakan salah satu kebijakan fundamental perusahaan dalam memilih alternatif yang paling menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan. Kebijakan pendanaan dapat dipenuhi dari dua sumber yaitu sumber internal dan sumber eksternal. Pendanaan yang berasal dari sumber eksternal salah satunya adalah hutang. Pecking order theory menyebutkan bahwa pendanaan darisumber internal lebihdisukai, akan tetapi tidak semua perusahaan memiliki sumber dana internal yang cukupsehingga perusahaan mengambil sumber pendanaan eksternal. Sumber pendanaan eksternal yang paling diprioritaskan adalah hutang. Kebijakan hutang yang diambil oleh perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kebijakan hutang perusahaan yaitu kepemilikan institusional, risiko bisnis, pertumbuhan perusahaan dan profitabilitas.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiridari 11 perusahaan subsektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2017 yang diperolehmelaluiteknikpurposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa

(1) kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang

(2) risiko bisnis berpengaruh positif terhadap kebijakan hutang

(3) pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang

 

(4) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan manajer perusahaan food and beverage dalam mengambil kebijakan hutang perusahaan lebih mempertimbangkan risiko bisnis karena faktor ini mempengaruhi kebijakan hutang perusahaan dengan arah positif signifikan, sehingga ketika perusahaan mengalami kenaikan risiko bisnis maka sebaiknya kebijakan hutang perusahaan juga naik