SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Intellectual Capital dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan

Nadhiroh Alfin

Abstrak


ABSTRAK

Nadhiroh, Alfin. 2019. Pengaruh Intellectual Capital dan Struktur Modal terhadap Kinerja Keuangan. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ani Wilujeng Suryani, S.E., M.ActgFin, Ph.D.

Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Intellectual Capital, Struktur Modal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intellectual capital (X1) dan struktur modal (X2) terhadap kinerja keuangan (Y). Intellectual capital (IC) merupakan salah satu aset tidak berwujud yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif karena karakteristiknya yang langka dan tidak mudak ditiru. Indonesia memerlukan IC pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) untuk menciptakan strategi bersaing yang kreatif dan Inovatif. Semakin tinggi IC, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menciptakan inovasi sehingga keberlanjutan perusahaan juga akan terjaga. Peningkatan IC tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit, sehingga perusahaan perlu mencari sumber dana. Keputusan ini sering disebut sebagai keputusan struktur modal.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif eksplanatif. Data dikumpulkan dari annual report 75 perusahaan manufaktur di Indonesia selama periode 2015 sampai 2017. IC diukur dengan menggunakan VAICTM, struktur modal menggunakan debt to asset ratio (DAR) dan kinerja keuangan menggunakan return on asset (ROA). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh negatif signifikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi manajer perusahaan untuk mempertimbangkan peningkatan IC dalam menciptakan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat pada era MEA. Selain itu, manajer perlu mempertimbangkan struktur modal yang optimum dalam memenuhi kebutuhan sumber dana, sehingga tidak menjadikan perusahaan mengalami financial distress yang berdampak pada penurunan kinerja keuangan.