SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN STRUKTUR KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA TINGKAT PEMAHAMAN DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS-2 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN AJARAN 2009/2010

Muhammad Afif Jauhar Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Muhammad Afif Jauhar. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer untuk Meningkatkan Struktur Kognitif Peserta Didik pada Tingkat Pemahaman dalam Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak (II) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak.

 

Kata Kunci: Advance organizer, Struktur Kognitif, Tingkat Pemahaman.

 

Berdasarkan hasil observasi kepada guru mata pelajaran dan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium UM, maka terungkap beberapa permasalahan dan perlu untuk segera diambil tindakan penanganan mengatasinya. Permasalahan tersebut antara lain: (1) peserta didik kurang memahami materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik, (2) banyaknya peserta didik yang mengajukan pertanyaan sejenis dan berulang-ulang, (3) tidak ada pemahaman yang utuh dan saling berhubungan pada diri peserta didik, dan (4) pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran dinilai oleh peserta didik terlalu cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran advance organizer dalam meningkatkan struktur kognitif peserta didik pada tingkat pemahamannya.

Penelitian pada siklus I menunjukkan hanya dua kata kerja operasional tingkat pemahaman yang mampu dijawab dengan kategori tepat. Yaitu menerjemahkan dan membandingkan, masing-masing 35 dan 36 peserta didik. Sehingga penelitian ini akan peneliti lanjutkan pada tahap siklus II. Pada siklus II, terdapat empat kata kerja yang mampu dijawab dengan kategori tepat oleh seluruh peserta didik yaitu menerjemahkan, membedakan, merinci, dan membandingkan. Lima kata kerja yaitu mencirikan, menyusun, mencontohkan, mengemukakan, dan menyimpulkan mampu dijawab dengan kategori tepat oleh 65% peserta didik. Namun ada satu kata kerja operasional yaitu mengilustrasikan yang mampu dijawab dengan kategori tepat oleh 17 peserta didik. Meskipun demikian, secara keseluruhan sudah menunjukkan hasil yang lebih baik dari siklus I dan peneliti bisa menghentikan pemberian tindakan sampai pada siklus II.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran advance organizer mampu meningkatkan stuktur kognitif peserta didik pada tingkat pemahaman siswa kelas XI IPS-2 SMA Laboratorium UM. Pada penelitian ini, tingkat pemahaman peserta didik diukur pada fase terakhir yaitu penguatan struktur kognitif dengan cara memberikan latihan soal pemahaman pada sepuluh kata kerja operasional. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis dapat menyarankan; (1) Peneliti harus lebih memperhatikan alokasi waktu, (2) Penelitian dilakukan tidak hanya di akhir pembelajaran, namun selama proses pembelajaran, (3) Sebelum menerapkan advance organizer peserta didik sudah harus memiliki ketuntasan terhadap materi sebelumnya, dan (4) Pendidik dapat menerapkan advance organizer pada struktur kognitif yang lebih tinggi seperti pada tingkat analisis, sistesis, dan evaluasi.