SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Lembar Kerja Siswa (LKS) Sebagai Asesmen Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan

Maria Ulfa Aprianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Aprianti, Maria Ulfa. 2010. Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai Asesmen Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan . Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi Jurusan Akuntansi Fakulats Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Tuhardjo.SE., M.Si., Ak, (2) Ika Putri Larasati. SE., M.Com.

 

Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Motivasi Belajar, dan  Prestasi Belajar Siswa.

 

Berdasarkan hasil observasi peneliti di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan, proses pembelajaran mata pelajaran akuntansi sebesar 80% dilaksanakan dengan metode ceramah. Metode konvensional seperti ini menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber informasi atau sumber belajar. Sehingga siswa merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Variasi dalam penerapan model pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa. Motivasi bertujuan agar siswa aktif, kreatif, dan memiliki sifat ilmiah dalam memecahkan suatu persoalan serta berani mengmukakan pendapat. Pembelajaran yang memberikan peran kepada siswa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah dengan pembelajaran yang menggunakan LKS dan metode pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Head Together).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk menjelaskan penggunaan LKS sebagai asesmen alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan, (2) Untuk menjelaskan penggunaan LKS sebagai asesmen alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kraksaan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus dan empat tahapan, yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Menggunakan dua instrumen, yaitu (1) Lembar tes, (2) Lembar pedoman wawancara, menggunakan lima cara dalam pengumulan data, yaitu (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Catatan lapangan, (4) Tes, (5) Dokumentasi. Analisi data dalam penelitian ini menggunkan tiga cara, yaitu reduksi data, paparan data, dan penyimpulan data.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tiga observer (pengamat) tentang motivasi siswa pada siklus I menunjukkan jumlah skor pengamat I adalah 49 denga skor maksimal 60, pengamat II mendapatkan jumlah skor 50 dengan skor maksimal 60, dan pengamat III memperoleh skor 46 dengan skor maksimal 60. Berdasarkan data di atas, jumlah seluruh skor yang diperoleh adalah 145, skor maksimal adalah 120 sehingga skor rata-rata dapat dihitung sebagai berikut: 145 /180 X 100% = 80,56%. Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan, kegiatan peneliti pada siklus I termasuk kategori "A" dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian dalam pelaksanaan siklus I sudah dilaksanakan dengan baik meskipun belum sempurna 100%. Pada siklus II menunjukkan jumlah skor pengamat I adalah 54 dengan skor maksimal 60, pengamat II mendapatkan jumlah skor 52 dengan skor maksimal 60, dan pengamat III mendapatkan jumlah skor 54 dengan skor maksimal 60. Berdasarkan data di atas, jumlah seluruh skor yang diperoleh adalah 160 dengan skor maksimal adalah 180, sehingga skor rata-rata dapat dihitung sebagai berikut: 160/180 X 100 = 88,89%. Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan, kegiatan peneliti pada siklus II termasuk dalam kategori "A" dengan kualifikasi sangat baik. Taraf keberhasilan aktivitas siswa dalam tindakan pembelajaran  kooperatif dengan metode NHT dan perangkat pembelajaran LKS pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,33%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus II lebih baik dari siklus I sehingga diketahui bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II.  Prestasi belajar siswa pada post tes siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,75. Pada post tes siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 84,86 mengalami peningkatan sebesar 3,11. Hal tersebut menunjukkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus II. Dari hasil tes siswa, post tes yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II menunjukkan  prestasi siswa yang meningkat. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang meningkat, baik secara individual ataupun klaksikal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan adalah: (1) bagi guru mata pelajaran Akuntansi SMA Negeri 1 Kraksaan dianjurkan menggunakan pembelajaran dengan bantuan LKS dan metode pembelajaran kooperarif NHT, terutama pada materi yang terdapat banyak hitungan. Pada pelaksanaan pembelajaran ini hendaknya guru pada awal kegiatan pembelajaran menjelaskan strategi pembelajaran yang akan digunakan sejelas mungkin agar hambatan tidak terjadi pada pertemuan berikutnya, (2) Guru harus memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah dan pasif pada saat kegiatan belajar mengajar, (3) Bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran dengan bantuan LKS dan strategi pembelajaran kooperatif NHT untuk standar kompetensi yang lain.