SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Variabel Moderasi Komitmen Organisasi dan Job Relevant Information pada Pemerintah Kota Malang

Addo Wimawan Briantono

Abstrak


PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN VARIABEL MODERASI KOMITMEN ORGANISASI DAN JOB RELEVANT INFORMATION PADA PEMERINTAH KOTA MALANG

Addo Wimawan B Dr. Sri Pujingingsih, S.E., M.Si.,Ak Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

E-mail: addo.wimawan@gmail.com

ABSTRACT: The government as a public service institution for the people has the trust of the people in the administration of government so that the government has responsibility in carrying out its duties effectively and efficiently. Good performance is needed so that services to the public can run optimally. This study aims to determine the effect of budgeting participation on managerial performance with moderating variables of organizational commitment and job relevant information. This study uses a sample of employees who have positions at the level of the middle manager (head of state) in government agencies. The sampling technique uses purposive sampling. This study used a questionnaire for data collection. Data analysis in this study used simple linear regression analysis and MRA with SPSS 23. The results of this study indicate that budgetary participation has a significant positive effect on managerial performance, organizational commitment has no effect in moderating the effect of budgetary participation on managerial performance, and job relevant information has no effect in moderating the effect of budgetary participation on managerial performance.

Keywords: manajerial performing, budgetary participation, organizational commitment, job relevant information

ABSTRAK: Pemerintahan sebagai lembaga pelayanan publik terhadap masyarkat memiliki kepercayaan dari masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan sehingga pemerintahan memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Kinerja yang baik diperlukan agar pelayanan terhadap publik dapat berjalan dengan omptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial dengan variabel moderasi komitmen organisasi dan job relevant information. Penelitian ini menggunakan sampel pegawai yang memiliki jabatan setingkat middle manager (kasubag) di instansi pemerintahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan MRA dengan SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial, komitmen organisasi tidak berpengaruh dalam memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial, dan job relevant information tidak berpengaruh dalam memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial.

Kata Kunci: kinerja manajerial, partisipasi penyusunan anggaran, komitmen organisasi, job relevant information.

Dalam setiap organisasi baik organisasi swasta maupun organisasi sektor publik diperlukan proses perencanaan dan pengendalian, dan anggaran merupakan komponen penting bagi kedua proses tersebut. Menurut Hansen dan Mowen (2009), setiap entitas, baik organisasi pencari laba maupun nirlaba mendapatkan manfaat dari proses perencanaan dan pengendalian yang diberikan oleh anggaran. Dalam melihat ke depan dibutuhkan perencanaan agar tindakan-tindakan yang diambil mampu mewujudkan tujuan organisasi. Sedangkan untuk mengevaluasi kejadian ke belakang pengendalian dilakukan sehingga dapat membandingkan apa yang telah terjadi dengan hasil yang telah direncanakan sebelumnya.

Menurut Bastian (2010:191).” Anggaran dapat diinterprestasikan sebagai paket pernyataan menyangkut perkiraan penerimaan dan pengeluaran yang diharapkan akan terjadi dalam satu atau beberapa periode mendatang.” Sedangkan  anggaran sektor publik menurut Govermental Accounting Standards Board (GASB) dalam Bastian (2010) mendifinisikan angagran sebagai rencana operasi keuangan yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu.

Tujuan utama dari suatu proses penganggaran adalah dalam suatu periode yang sudah ditentukan suatu perusahaan akan berjalan sesuai harapan manajamen. Tanpa anggaran suatu organisasi dalam jangka tertentu akan kesulitan melaksanakan tujuan organisasinya yang disebabkan oleh alokasi sumber daya yang tidak dikendalikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Falikhatun (2007:66) yang menyatakan bahwa “anggaran merupakan alat bantu manajemen dalam mengalokasikan sumber daya alam dan sumber daya dana yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan.”

Anggaran memberikan beberapa manfaat bagi suatu organisasi. Menurut Hansen dan Mowen (2009), manfaat dari sistem anggaran diantara anggaran mendorong para manajer untuk mengembangkan arah organisasi secara menyeluruh, mengantisipasi masalah, dan mengembangkan kebijakan untuk masa depan. Selain itu anggaran dapat memperbaiki pengambilan keputusan. Anggaran juga memberikan standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya perusahaan dan memotivasi karyawan. Anggaran juga membantu komunikasi dan koordinasi. Secara formal, anggaran mengkomunikasikan rencana organisasi pada tiap karyawan. Dengan demikian karyawan menyadari peranannya dalam pencapaian tujuan tersebut yang mampu meningkatkan komitmen organisasi dari setiap karyawan.

Anggaran juga memiliki fungsi sebagai alat penilaian kinerja (Mardiasmo, 2002:65). Kinerja manajerial dapat dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggaran merupakan alat yang efektif untuk penilaian kinerja. Menurut Supriyono (2009:42), anggaran diantaranya merupakan alat untuk memotivasi para manajer untuk mencapai tujuan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya, serta merupakan alat pendidikan bagi para manajer.

Dalam organisasi publik, kinerja manajerial dihubungkan dengan partisipasinya dalam penyusunan anggaran. Menurut Supriyono (2005) dalam Kamilah dkk (2013), penganggaran partisipatif adalah suatu proses penyusunan anggaran yang melibatkan setiap manajer pusat pertanggungjawaban dan mereka memiliki kesempatan untuk menjelaskan dan memberikan alasan atas anggaran yang diusulkan. Sedangkan menurut Brownell (1982) dalam Falikhatun (2007), partisipasi penganggaran adalah proses yang menggambarkan individu-individu terlibat dalam penyusunan anggaran dan mempunyai pengaruh terhadap target anggaran dan perlunya penghargaan atas pencapaian target tersebut.

Menurut Suardana dan Suryanawa (2009) partisipasi dari bawahan dalam penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja karena dengan adanya komunikasi antara atasan/pemegang kuasa anggaran dengan bawahan/pelaksana anggaran memungkinkan bawahan untuk memilih. Tindakan memilih dari bawahan tersebut dapat membangun komitmen sebagai tanggung jawab atas apa yang telah dipilih dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja.

Menurut Sugianto dan Subagyo (2005) hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial merupakan salah satu penelitian yang banyak perdebatan dalam literatur Akuntansi Perilaku (Behavioral Accounting). Hasil penelitian yang belum konsisten dan terjadinya kontradiksi antar peneliti menjadi penyebab perdebatan tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kamilah dkk (2013), Suardana dan Suryanawa (2010) bahwa partisipasi anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Hal ini mendukung hasil studi yang dilakukan oleh Brownell dan McInnes (1986), dan Yusfaningrum dan Ghozali (2005). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sinuraya (2009) dan Minan (2009) yang menemukan bahwa tidak ada pengaruh langsung antara partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajer. Hal ini mendukung hasil studi yang dilakukan oleh Milani (1975) dan Poerwati (2002).

Penelitian terdahulu banyak menghubungkan partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial secara tidak langsung atau dipengaruh oleh faktor kontijensi seperti komitmen organisasi, budaya organisasi, locus of control, kejeleasan anggaran dan sebagainya. Dalam penelitian ini untuk mengevaluasi hubungan antara partisipasi penganggaran dengan kinerja manajerial menggunakan faktor kontijensi berupa Komitmen Organisasi dan Job Relevant Information (JRI) sebagai variabel moderating karena dianggap dapat memperkuat hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.

Menurut Mowday, 1979 dalam Minan (2009) Komitmen organisasi menunjukan keyakinan dan dukungan kuat terhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Manajer yang punya tingkat komitmen organisasi yang tinggi akan berbuat yang terbaik untuk kepentingan organisasinya. Dimana jika dihubungkan dengan partisipasi penyusunan anggaran seorang manajer yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan lebih aktif berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran sehingga kinerja manajerial lebih optimal.

Sedangkan job relevant information itu sendiri menurut literatur akuntansi (Baiman, 1982; Baiman dan Demski, 1980; Tiessen and Waterhouse, 1983) dalam Kren (1992) adalah informasi yang membantu manajer untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui informasi yang lebih baik. Kebanyakan situasi anggaran, factor lingkungan, kemampuan manajer dan komitmen organisasi mempengaruhi kinerja (Chalos dan Haka, 1990) dalam Kren (1992).

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Malang atau lebih tepatnya 19 dinas Pemerintah Kota Malang  dipilih sebagai subjek penelitian karena: (1) mengacu pada penelitian terdahulu penyelenggaran anggaran dalam dinas pemerintah kota telah menggunakan sistem penganggaran partisipatif. (2) Organisasi pemerintah daerah merupakan organisasi yang bergerak dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penyelenggaran pemerintahan dan organisasi pemerintah daerah juga menyangkut kepentingan publik maka penyelenggaraan publik harus optimal, sehingga kinerja yang baik diperlukan agar pelayanan terhadap publik atau masyarakat dapat berjalan secara baik. Apabila kinerja manajerial yang terdapat pada organisasi pemerintah daerah berjalan optimal, maka hal tersebut memungkinkan pelayanan publik oleh organisasi pemerintah daerah yang lebih baik.

Hal yang perlu diperhatikan pada pemerintah Kota Malang adalah besarnya SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) pada 2 tahun terakhir. Dikutip dari suryamalang.com Harun Prasojo selaku fraksi dari partai PAN menyoroti SILPA yang mencapai Rp 400 miliar pada tahun 2017 yang berarti meningkat dari 2016 dimana pada 2016 tercatat SILPA Kota Malang sebesar Rp 306 miliar. Dimana berdasarkan harianbhirawa.com, SILPA Kota Malang diperkirakan mencapai Rp 600 miliar, dikarenakan menjelang berakhirnya anggaran 2018 masih berkisar Rp 700 miliar. Hal tersebut berarti ada beberapa progam dari pemerintah Kota Malang yang belum berjalan. Oleh karena itu dalam penelitian ini tertarik untuk mengambil judul pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial dengan variabel moderasi komitmen organisasi dan job relevant information. Dimana peneliti memiliki asumsi bahwa terjadinya pseudoparticipation (partisipasi semu) dalam proses penyusunan anggaran yang menyebabkan tidak terjadinya keselarasan antara anggaran yang disetujui sampai tingkat kebawah, sehingga dalam pelaksanaannya terjadi progam yang tidak berjalan yang menyebabkan SILPA yang besar dimana hal tersebut bisa mengakibatkan penilaian kinerja yang kurang maksimal.

 

Teori Harapan (Expectancy Theory)

Teori harapan mengatakan bahwa para individu akan termotivasi untuk mengeluarkan tingkat usaha yang tinggi ketika mereka yakin bahwa usaha tersebut akan menghasilkan penilaian kinerja yang baik. Penilaian yang baik akan menghasilkan penghargaan-penghargaan organisasional seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi. Penghargaan-penghargaan tersebut akan memuaskan tujuan-tujuan pribadi para karyawan.

Dalam penelitian ini teori harapan dikaitkan dengan upaya dari seorang manajer dalam meningkatkan kinerja mereka dengan harapan adanya timbal balik positif yang diberikan oleh organisasi atas pencapaian mereka.

 

Teori Kontijensi

Teori kontijensi dalam akuntansi manajemen bermakna bagaimana perencanaan strategis mampu memenuhi tuntutan lingkungan seandainya tidak tercipta keselarasan antara perencanaan strategis dengan lingkungan bisnis eksternal yang dapat berakibat turunnya kinerja, sehingga memunculkan krisis organisasi (Lubis, 2011: 375). Teori kontijensi mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal (politik, teknologi, sosial-ekonomi, budaya), termasuk persaingan bisnis unutk mencegah menurunnya kinerja organisasi.

Pada partisipasi penyusunan anggaran, penggunaan teori kontijensi telah lama menjadi perhatian para peneliti. Peneliti terdahulu menggunakan teori kontinjensi ketika menghubungkan pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial mempunyai faktor-faktor kontijensi, faktor-faktor yang kemudian akan dibahas dalam penelitian ini adalah faktor komitmen organisasi, dan job relevant information. Faktor Komitmen organisasi dan job relevant information merupakan variabel moderating, yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial.

 

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Partisipasi Penyusunan Anggaran

Partisipasi anggaran adalah suatu proses penyusunan anggaran yang melibatkan setiap manajer pusat pertanggungjawaban dan mereka memiliki kesempatan untuk menjelaskan dan memberikanalasan atas anggaran yang diusulkan (Supriyono, 2005) dalam (Kamilah dkk, 2013).

Partisipasi anggaran diukur dengan menggunakan instrument daftar petanyaan yang disusun oleh Milani (1975). Daftar pertanyaan tersebut terdiri atas enam butir pertanyaan yang digunakan untuk menilai tingkat partisipasi responden dan pengaruhnya pada proses penyusunan anggaran. Jawaban responden atas daftar pertanyaan tersebut bersifat kuantitatif dengan menggunakan skala Likert dengan alternatif jawaban satu sampai dengan tujuh. Alternatif jawaban satu menunjukkan partisipasi rendah sedangkan jawaban tujuh menunjukkan partisipasi tinggi.

 

Kinerja Manajerial

Kinerja manajerial merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan keefektifan organisasional. Mahoney et.al dalam Sumadiyah dan Susanta (2004) melihat kinerja manajer berdasar pada kemampuan manajer dalam melaksanakan tugas manajerialnya.

Kinerja manajerial diukur dengan menggunakan instrumen daftar pertanyaan yang dikembangkan oleh Mahoney et al. (1963,1965) yang terdiri dari sembilan butir pertanyaan digunakan untuk mengevaluasi kinerja responden. Jawaban dari responden bersifat kuantitatif dengan menggunakan skala Likert dengan alternatif jawaban satu sampai Sembilan dengan rentang nilai satu (rendah) sembilan (tinggi). Kinerja manajerial dalam penelitian ini diukur dengan delapan dimensikinerja yaitu: perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan,pengaturan staf, negosiasi, dan perwakilan/representasi.

 

Komitmen Organisasi

Mowday (1979) dalam Minan (2009) komitmen organisasi menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Komitmen organisasi diukurdengan menggunakan instrumen daftar pertanyaan yang dikembangkan oleh Mowday et al. (1979). Daftar pertanyaan tersebut terdiri dari sembilan butir pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat komitmen manajer terhadaporganisasi tempat mereka bekerja. Jawaban pertanyaan ini menggunakan skala Likert dengan rentang nilai satu (tidak setuju) sampai dengan tujuh (setuju).

 

Job Relevant Information

Job relevant informationt menurut literatur akuntansi (Baiman, 1982; Baiman dan Demski, 1980; Tiessen and Waterhouse, 1983) dalam Kren (1992) adalah informasi yang membantu manajer untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui informasi yang lebih baik. Variabel job relevant information ini diukur dengan menggunakan tiga item pertanyaan yang dikembangkan oleh O'Reily (1980) dan telah digunakan oleh Kren (1992). Ketiga pertanyaan tersebut meliputi pemahaman atas tugas-tugas dari jabatan yang diembannya, ketersediaan informasi, dan kemampuan memperoleh informasi strategis. Skala pengukurannya menggunakan skala Likert dengan alternatif jawaban satu (sangat tidak setuju) hingga skala tujuh (sangat setuju).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dengan penybaran kuesioner kepada responden. Kuesioner berisi tentang persepsi persepsi manajer (kabag/ kasubag) yang bekerja pada Dinas Pemerintah Kota Malang mengenai pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial yang dimoderasi oleh komitmen organisasi dan job relevant information. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat tertutup. Jawaban responden pada penelitian ini akan dinyatakan secara kuantitatif berdasarkan skala likert (1-7) dan skala likert (1-9). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan alat analisis SPSS.

 

Populasi dan Sampel

Populasi menurut Sugiyono (2010:389) wilayah generalisasi yang teridiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karkterisitik ternetu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasi adalah seluruh manajer atau pimpinan unit kerja atau seluruh pejabat yang bekerja di Dinas Pemerintah Kota Malang.

Sampel penelitian adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data yang digunakan dalam penelitian dan dapat mewakili populasi.Menurut Sugiyono (2010:116), sampel dilakukan jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada dalam populasi dikarenakan keterbatasan dana, tenaga, dan waktu.

Pemilihan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada purposive sampling, dimana sampel dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan sehingga mendukung penelitian ini. Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adala pejabat struktural di Dinas Pemerintah Kota Malang setingkat manajer (middle manager).

 

Metode Analisis Data

Analisis data merupakan proses mengolah data ke dalam bentuk yang lebih sederhana, sehingga mudah dibaca dan diinterprestasikan. Pada penelitian ini menggunakan satu variabel independen dan dua variabel moderasi, dengan metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan regresi berganda MRA (Moderated Regression Analysis).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial di Dinas Pemerintah Kota Malang

Dalam penelitian ini, hipotesis yang pertama diajukan adalah bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat partisipasi penyusunan anggaran seorang manajer maka semakin tinggi pula kinerja manajerial yang dihasilkan. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis pertama diterima, atau dengan kata lain partisipasi penyusunan anggaran memiliki pengaruh positif terhadap kinerja manajerial.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori harapan, berdasarkan teori harapan, para individu akan termotivasi untuk mengeluarkan tingkat usaha yang tinggi ketika mereka yakin bahwa usaha tersebut akan menghasilkan penilaian kinerja yang baik. Tingkat usaha yang dimaksud pada penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan partisipasi manajer dalam proses penyusunan anggaran. Penilaian yang baik tersebut akan menghasilkan penghargaan-penghargaan organisasional seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi. Penghargaan-penghargaan tersebut akan memuaskan tujuan-tujuan pribadi para karyawan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sardjito & Muntaher (2007), Suardana & Suryanawa (2009), Kamilah dkk (2013), Setyawan & Rohman (2013), Saraswati & Aisyah (2015), yang menyatakan bahwa partisipasi penyusunan anggaran memiliki pengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Sardjito dan Muntaher (2007) menjelaskan bahwa partisipasi penyusunan anggaran merupakan keterlibatan seluruh manajer (baik kasubag sampai kabag) dalam suatu instansi untuk melakukan kegiatan dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam anggaran. Dengan adanya keterlibatan tersebut akan medorong para kabag/ kasubag untuk memiliki tanggung jawab terhadap tugas mereka sehingga para kabag/ kasubag akan meningkatkan kinerjanya agar mereka dapat mencapai sasaran/ target yang telah ditetapkan dalam anggaran.

 

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderasi di Dinas Pemerintah Kota Malang

Dalam penelitian ini, hipotesis yang kedua diajukan adalah bahwa komitmen organisasi memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat komitmen organisasi seseorang maka semakin tinggi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial yang dihasilkan. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis kedua ditolak atau komitmen organisasi tidak memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Suardana & Suryanawa (2009), dan Nazzarudin & Setyawan (2012) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak dapat memoderasi hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Dengan kata lain, dalam penelitiain ini, komitmen organisasi bukanlah faktor kontijensi dalam hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Hal tersebut dimungkinkan karena individu yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi tidak terdorong untuk lebih aktif dalam partisipasinya terhadap proses penyusunan anggaran, dimana pada penelitian ini terbukti bahwa partisipasi penyusunan anggaran memiliki pengaruh untuk meningkatkan kinerja manajerial.

Penolakan hipotesis kedua dapat disebabkan karena pada dinas pemerintah Kota Malang mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 yang didalamnya menyatakan bahwa dalam menyusun rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) harus berpedoman pada RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) masing-masing kota/ kabupaten tahun 2018 yang telah disinkronisasikan dengan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) tahun 2018 dan RKPD Provinsi tahun 2018. Sehingga dengan tingginnya komitmen organisasi dari aparat pemerintah daerah tidak cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi penyusunan anggaran dikarenakan adanya aturan yang mengatur mengenai anggaran yang akan disususun serta dana yang dibagikan antara dinas Kota Malang telah disesuaikan berdasarkan RKPD Kota Malang. Tinggi ataupun rendahnya komitmen organisasi dari aparat pemerintah daerah, anggaran yang disusun harus sesuai dengan RKPD yang ada, sehingga komitmen organisasi dari individu tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan partisipasi penyusunan anggaran yang dapat meningkatkan kinerja manajerial, atau dengan kata lain komitmen organisasi tidak memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial

 

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Job Relevant Information sebagai Variabel Moderasi pada Pemerintah Kota Malang

Dalam penelitian ini, hipotesis yang ketiga diajukan adalah bahwa job relevant information memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat job relevant information seseorang maka semakin tinggi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran  terhadap kinerja manajerial yang dihasilkan. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis yang telah dilakukan, sesudah ada interaksi X*Z2 angka signifikansi sebesar 0.895 lebih besar dari 0.05 sehingga H3 ditolak.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Saraswati dan Aisyah (2015) dan Nazzarudin & Setyawan (2014) yang menyatakan bahwa job relevant information tidak dapat memoderasi hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Sehingga dalam penelitiain ini, job relevant information bukanlah faktor kontijensi dalam hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan kinerja manajerial. Hal ini dimungkinkan karena dengan tersedianya job relevant information yang baik tidak mendorong seorang manajer untuk aktif dalam proses partisipasinya terhadap proses penyusunan anggaran, hal tersebut disebabkan karena responden tidak bisa memanfaatkan informasi yang tersedia, atau informasi yang tersedia tidak mampu mendorong responden untuk meningkatkan partisipasi penyusunan anggaran sehingga kinerja manajeria juga tidak meningkat. Hal tersebut dapat disebabkan, kurangnya pemahaman responden atas informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan anggaran, sehingga dengan diperolehnya informasi tersebut tidak ada peningkatan partisipasi penyusunan anggaran. Dengan kata lain partisipasi penyusunan anggaran tidak dapat meningkatkan kinerja manajerial jika disertai dengan job relevant information.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa h1 diterima, dengan kata lain partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial di dinas Pemerintah Kota Malang, h2 tidak dapat didukung, dengan kata lain komitmen organisasi tidak dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial di dinas Pemerintah Kota Malang, dan h3 tidak dapat didukung, dengan kata lain job relevant information tidak dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial di dinas Pemerintah Kota Malang

Saran untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan jumlah sampel dengan lingkup wilayah yang lebih luas karena kemungkinan akan didapatkan hasil yang berbeda Selain itu, pada penelitian ini kemungkinan tidak semua responden bisa menggambarkan dengan baik variabel-variabel yang digunakan didalam penelitian sehingga jawaban yang diberikan responden belum maksimal, diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperhatikan pemahaman responden atas intrumen penelitian yang diberikan, sehingga hasil dari penelitian lebih baik menggambarkan variabel sesuai dengan keadaaan responden. Penggunaan instrumen penelitian pada variabel kinerja yang diukur dengan self rating scale sehingga hasul penelitian dapat menimbulkan liniency bias, sehingga diharapkan pada penelitian berikutnya dapat menggunakan penilaian kinerja seperti kinerja keuangan (ekonomi, efisiensi, efektivitas).

 

DAFTAR PUSTAKA

Bastian. 2006. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga

Bastian, Indra, 2010. Akuntansi Sektor Publik, Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Brownell. 1986. Budgetary Participation, Motivation, and Managerial Performance. The Accounting Review, January 1986. (researchgate.net) diakses pada 20 Juli 2018

Daft, Richard L. 2006. Manajemen, Edisi 6. Jakarta: Salemba Empat

Falikhatun, 2007. Interaksi Informasi Asimetri, Budaya Organisasim dan Group Chohesiveness dalam Hubungan antara Partisipasi Penganggaran dan Budgetary Slack. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol 8 No. 1, April 2008: 65-84, (trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id) diakses pada 11 Juli 2018.

Ghozali, I. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan IBM SPSS 23. Semarang: Universitas Diponegoro.

Hahenusa. 2010. Pengaruh Partisipasi Penganggaran terhadap Kinerja Aparat: Integrasi Variabel Intervening dan Variabel Moderating pada Pemerintah Kota Ambon Dan Pemerintah Kota Semarang. (Tesis Online). (eprints.undip.ac.id) diakses pada 18 Juli 2018

Hansen, Dor R. dan Mowen, Maryane M, 2009. Akuntansi Manajerial, Edisi delapan. Jakarta: Salemba Empat.

Ikhsan dan Ishak, 2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat

Irawati dan Mustakim. 2012.  Pengaruh Komitmen Organisasional, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang. Majalah Ekonimi, Tahun XXII, No 1 April 2012. (e-journal.unair.ac.id) diakses pada 3 Agustus 2018

Kamilah, F. Taufik, T. dan Darlis, E. 2013. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Sorot Vol 8 No. 2, Oktober hlm 1-190 Lembaga Penelitian Universitas Riau, (id.portalgaruda.org) diakses pada 9 Juli 2018

Kren, L. 1992. Budgetary Participation and Managerial Performance: The Impact of Information and Environmental Volatility. The Accounting Review, Vol. 67, No.3 July 1992, pp. 511-526. (jstor.org) diakses pada 18 Juli 2018

Lubis, Arfan I 2010. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat

Lubis, Arfan I. 2011. Akuntansi Keperilakuan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.

Mahennoko. 2011. Pengaruh Motivasi Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Bidang Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Demak. (Skripsi Online). (eprints.undip.ac.id) diakses pada 18 Juli 2018

Mardiasmo, 2002, Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta: Andi.

Minan, K. 2009. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur di Medan. Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol.1, No.1, November 2009. (id.portalgaruda.org) diakses pada 11 Juli 2018

Nazzaruddin & Setyawan. 2012. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah dengan Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, Motivasi, Desentralisasi, Dan Job Relevant Information sebagai Variabel Moderasi. Jurbal Akuntansi dan Investasi Volume. 12 Nomor. 2, halaman 197-207, Juli 2012. (id.portalgaruda.org) diakses pada 11 Juli 2018

Putra, Made A, Musmini, Lucy S, dan Atmadja, Anantawikrama T. 2014 Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial pada SKPD Kabupaten Buleleng melalui Komitmen Organisasi, Kecukupan Angaran, Komitmen Tujuan Anggaran, dan Job Relevant Information sebagai Variabel Moderating. e-journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi SI (Volume: 2 No: 1 Tahun 2014). (id.portalgaruda.org) diakses pada 11 Juli 2018

Robbins, S dan Judge, T. 2010. Perilaku Organisasi.Jakarta: Salemba Empat

Saraswati. dan Aisyah. 2015. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerka Manajerial dengan Job Relevant Information sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Nominal Vol IV, No. 2.

Sardjito. dan Muntaher. 2007. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah: Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderasi. Simposium Nasional Akuntansi X. (datakata.wordpress.com) diakses pada 26 Juli 2018

Setyawan. dan Rohman. 2013. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Mediasi Komitmen Organisasi dan Kecukupan Anggaran. Diponegoro Journal of Accounting Vol 2, No. 3. (ejournal.undip.ac.id) diakses pada 30 April 2018

Sinuraya, C. 2009. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajer: Peran Kecukupan Anggaran dan Job-Relevant Information sebagai Variabel Intervening. Jurnal Akuntansi Vol.1 No.1 Mei 2009:17-39. (majour.maranatha.edu) diakses pada 11 Juli 2018

Sopiah, 2008. Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Andi Offset

Suardana, Kadek J. & Suryanawa I. K. 2009. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran pada Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Miderasi. (Online). (id.portalgaruda.org) diakses pada 9 Juli 2018.

Sugiarthi. dan Supadmi.. 2014 Pengaruh PAD, DAU, dan SILPA pada Belanja Modal dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.

Sugiyanto, E. & Subagyo, L. 2005. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial: Komitmen Tujuan sebagai Variabel Intervening. Benefit, Vol. 9, No. 1, Juni 2005. (id.portalgaruda.org) diakses pada 9 Juli 2018.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta

Sumadiyah. dan Susanta. 2004. Job Relevant Information dan Ketidakpastian Lingkungan dalam Hubungan Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kinerja Manajerial. (Online). (id.portalgaruda.org) diakses pada 9 Juli 2018

Supomo dan Indriantoro. 1998. Pengaruh Struktur dan Kultur Organisasional terhadap Keefektifan Anggaran Partisipatif dalam Peningkatan Kinerja Manajerial: Studi Empiris pada Perusuhaan Manufaktur Indonesia. (Online). (i-lib.ugm.ac.id) diakses pada 6 Agustus 2018

Supriyono, R.A, 2009. Sistem Pengendalian Manajemen, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Wirjono dan Raharjono. 2007. Pengaruh Karakteristik Personalitas Manajer Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Dalam Penyusunan Anggaran Dengan Kinerja Manajerial.  Kinerja, Volume 11, No.1, Th. 2007: Hal. 50-63. (ojs.uajy.ac.id) diakses pada 11 Juli 2018

Yogantara, K. K., dan Wirakusuma, M. G. (2012). Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Pada Hubungan antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 563–580.

Yusfaningrum dan Ghozali. 2005. Analisis Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial melalui Komitmen Tujuan Anggaran dan Job Relevant Information (JRI) sebagai Variabel Intervening (Penelitian terhadap Perusahaan Manufaktur di Indonesia). Makalah disajikan dalam Simposium Nasional Akuntansi VIII, Surakarta 15-16 September 2005.