SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Determinan Intensi Whistleblowing Akuntansi (Studi Kasus di Desa-desa Di Kecamatan Gandusari Trenggalek Jawa Timur)

Pangestia Ayu Septyani

Abstrak


RINGKASAN

Pemberian Dana Desa dalam jumlah yang besar kepada desa rentan terhadap kecurangan dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong pihak yang mengetahui adanya kecurangan untuk melaporkan kecurangan (whistleblowing) dengan menyediakan whistleblowing system. Berdasarkan theory of planned behavior, niat seseorang untuk melakukan perilaku tertentu dipengaruhi oleh attitude toward behavior, subjective norm, dan perceived behavior control. Namun, selama ini whistleblowing penyalahgunaan dana desaseringkali dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, pada objek penelitian ini pernah terjadi whistleblowing terkait dugaan penyalahgunaan pada Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai intensi whistleblowing di seluruh Kantor Desa di Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh cultural orientation, seriousness of wrongdoing, dan personal cost pada intensi whistleblowing di kalangan perangkat desa di Kecamatan Gandusari, Trenggalek.

 

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu perangkat desa yang berperan sebagai Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD) di sebelas kantor desa di Kecamatan Gandusari, dengan teknik sampel menggunakan convenience sampling. Uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan uji realibilitas. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas, analisis regresi linier berganda, uji simultan, uji parsial-t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) cultural orientation berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, (2) seriousness of wrongdoing berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, dan (3) personal cost tidak berpengaruh terhadap intensi whistleblowing.