SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS KESULITAN BELAJAR DITINJAU DARI ASPEK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA

Ayu Mutiarasari

Abstrak


RINGKASAN

 

Mutiarasari, Ayu. 2018. Analisis Kesulitan Belajar Di tinjau Dari Aspek Kecerdasan Emosional. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Sriyani Mentari, S.Pd., M.M

Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Kecerdasan Emosional

Setiap siswa pasti memiliki tingkat kesulitan belajar yang berbeda-beda. Banyak orang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan Kecerdasan Intelektual (IQ) yang tinggi namun menurut hasil penelitian terbaru membuktikan bahwa IQ bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar salah satunya adalah kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah akibat kecerdasan emosional terhadap kesulitan belajar yang dialami oleh siswa.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Sedangkan Kesulitan belajar adalah kondisi dimana siswa tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan, atau gangguan. Bila siswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka siswa akan terhindar dari kesulitan belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa program keahlian akuntansi yang mengalami kesulitan belajar.Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengetahui kesulitan belajar siswa kelas XI Program Keahlian Akuntansi di SMK PGRI 2 Malang yang ditinjau dari aspek kecerdasan emosional. Data yang diperoleh peneliti berasal dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 2 informan kunci dan 7 informan pendukung. Lokasi penelitian dilakukan di SMK PGRI 2 Malang.

 

            Hasil penelitian yang ditemukan di lapangan adalah pola asuh orangtua dapat menentukan keberhasilan siswa di sekolah. Pola asuh orangtua juga dapat meningkatkan motivasi belajar anak yakni melalui penentuan sasaran belajar yang jelas oleh orangtua namun tidak memaksa, karena jika anak dipaksa juga akan mengakibatkan anak merasa belajar dibawah tekanan sehingga anak tidak maksimal dalam usaha mencapai prestasi yang maksimal. Peran orangtua selain meningkatkan motivasi anak, juga harus mengontrol teman bergaul, kebiasaan belajar dan mendampingi anak memberikan pengarahan disetiap keputusan yang diambil oleh anak. Dan tidak hanya orangtua yang bertanggungjawab atas kesulitan dan keberhasilan siswa di sekolah namun guru juga bertanggungjawab akan hal tersebut. Diharapkan dalam proses belajar guru memasukkan unsur-unsur emosional agar siswa siap mengatasi masalah dalam proses belajarnya.