SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Akuntabilitas Koperasi Unit Desa oleh Pelaku Koperasi

Husni Fauziah

Abstrak


RINGKASAN.

Fauziah, Husni. 2018. Implementasi Akuntabilitas Koperasi Unit Desa oleh Pelaku Koperasi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Helianti Utami, S.E, M.Si, Ak, Ph.D.

 

Kata Kunci: Akuntabilitas, Koperasi Unit Desa

Dengan dilatar belakangi dari fakta dari kementerian koperasi dan UKM bahwa ditemukan ada sekitar 75% pembina dan pelaku dalam koperasi yang tidak paham tentang aturan dasar dan rumah tangga di mana AD/ART merupakan salah satu aspek dari akuntabilitas Koperasi Unit Desa. Dan rendahnya akuntabilitas merupakan salah satu penyebab permasalahan di Koperasi Unit Desa. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan bentuk dan praktik akuntabilitas berdasarkan perspektif pelaku sehingga dapat menjadi rujukan terkait bagaimana bentuk dan praktik akuntabilitas yang ideal di Koperasi Unit Desa.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian menggunakan studi fenomenologi bertujuan untuk mencari tahu terkait makna akuntabilitas dengan fokus bentuk dan praktik akuntabilitas menurut perspektif pelaku. Hal ini dikarenakan adanya fakta bahwa 75% pembina dan pelaku dalam koperasi yang tidak paham tentang salah satu aspek akuntabilitas. Di mana akuntabilitas yang rendah menyebabkan banyak koperasi mengalami masalah. Penelitian dilakukan di dua objek koperasi yang sudah berprestasi dengan indikator penerapan terkait akuntabilitas di dalamnya, dan koperasi yang masih belum berprestasi untuk mengkaji bagaimana penerapan akuntabilitas jika koperasi masih belum memiliki prestasi.

Hasil penelitian ditemukan bahwa akuntabilitas koperasi yang berprestasi di KUD Sumber Rejeki memiliki enam bentuk akuntabilitas yakni akuntabilitas proses, akuntabilitas pengawasan, akuntabilitas rencana, akuntabilitas kinerja, akuntabilitas keuangan dan akuntabilitas kepatuhan. Akuntabilitas disampaikan kepada stakeholder yang terdiri dari pegawai, anggota dan pemerintah. Di mana terdapat tanggung jawab birokrasi untuk sesama pengelola sebelum sampai kepada anggota, dan pemerintah merupakan salah satu stakeholder yang dimaknai sebagai kepatuhan terhadap undang-undang sehingga harus melaporkan tanggung jawab ke pemerintah. Sementara di koperasi yang belum memiliki prestasi, yakni KUD Kamajaya memiliki empat akuntabilitas, yakni akuntabilitas pemantauan, akuntabilitas kinerja, akuntabilitas keuangan, akuntabilitas kepercayaan dan pelayanan kepada pihak yang bekerjasama dan akuntabilitas kepercayaan pada pemerintah. Akuntabilitas yang paling penting adalah kepada anggota dan akuntabilitas kepada pegawai dimaknai penting jika terdapat aktivitas-aktivitas yang tinggi saja.

Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang makna pelaporan akuntabilitas dari KUD menurut perspektif stakeholder untuk mengetahui seberapa penting laporan bagi stakeholder untuk keberlangsungan KUD.