SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TRADISI UANG PANAI’ PERNIKAHAN ADAT SUKU BUGIS DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

Ainur Rizki Rifaldi

Abstrak


RINGKASAN.

Rifaldi, Ainur Rizki 2018. Tradition of Panai’ Money for Tribal Custom Bugis Wedding in Accounting Perspective. Sarjana’s Thesis. Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang, Advisor Dr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, C.MA, CIBA, CSRS

 

Keywords: Panai’ Money Tradition, Tribal Custom Bugis Wedding, Accounting in Culture.

Accounting is often considered as media to manage financial in business world with the activities of input, process and output. Meanwhile, accounting studies for civil society, especially organization based on ethnicity, ethnicity, and customs are rare. Indonesia has 1.128 tribes that have each own customs. One of customs which has been sticked out is tradition of panai’ money in Tribal Custom Bugis Wedding. It has a high cost. The lack of studies about accounting in the culture makes many people do not understand the meaning of accounting in their own culture.

The aim of this research was to find out the meaning of accounting in culture of Tribal Custom Bugis Wedding and to find out accounting perspective toward tradition of panai’ money in Tribal Custom Bugis Wedding.

In this research, it used descriptive qualitative research and used phenomenology approach. Technique of taking sample used perposive sampling method of 5 informants in Bontang City by using interview, observation and documentation as techniques to collect the data. Technique analysis used in this research was ethnography analysis.

Based on the analysis, it was obtained that Tribal Custom Bugis Wedding could be categorized in interesting and unique accounting for revenues and expenditures. Beside, it was obtained that expenditure accounting of Tribal Custom Bugis Wedding had the same concept as fixed cost and variable cost.

ABSTRAK

Rifaldi, Ainur Rizki 2018.Tradisi Uang Panai’ Pernikahan Adat Suku Bugis Dalam Perspektif Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, PembimbingDr. Puji Handayati, S.E, M.M, Ak, CA, C.MA, CIBA, CSRS

 

Kata Kunci: Tradisi Uang Panai’, Pernikahan Adat Suku Bugis, Akuntansi Dalam Budaya

Akuntansi selama ini sering dipandang sebagai media untuk mengelola keuangan dalam dunia usaha yang kental dengan aktivitas input, proses,dan output.Sementara itu, kajian akuntansi untuk civil society, khususnya organisasi berdasarkan kesukuan, etnis,danadat masih sangat jarang ditemukan. Indonesia memiliki 1.128 suku yang memiliki adat istiadat masing-masing.Salah satu adat istiadat yang masih bertahan dan dipatuhisampai sekarang adalah tradisi uang panai’dalam pernikahan adat suku Bugis yang dikenal memiliki nilai yang tinggi. Kurangnya kajian mengenai akuntansi dalam budaya membuat banyak masyarakat yang tidak paham dengan makna akuntansi yang terdapat di dalam budaya mereka sendiri.

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui makna akuntansi di dalam budaya pernikahan adat suku bugis dan untuk mengetahui perspektif akuntansi terhadap tradisi uang panai’ dalam pernikahan adat suku bugis.

Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 5 informan yang berada di Kota Bontang, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasisebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis etnografi.

​Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa budaya pernikahan adat suku Bugis ini dapat digolongkan ke dalam akuntansi penerimaan dan pengeluaran yang menarik dan unik. Selain itu diperolehnya bahwa akuntansi pengeluaran pernikahan adat suku bugis ini, memiliki konsep yang serupa dengan konsep biaya tetap (fixed cost) dan konsep biaya variabel (variable cost).vii