SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pelaksanaan Praktik Keguruan Mahasiswa Ditinjau dari Aspek Kecerdasan Emosional

Barokah Eka Pambudi

Abstrak


RINGKASAN.

Eka Pambudi, Barokah. 2018. Analisi Pelaksanaan Praktik Keguruan Ditinjau Dari Aspek Kecerdasan Emosional. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sunaryanto, S.Pd, M.Ed.

 

Kata Kunci: Praktik Keguruan, Kecerdasan Emosional.

Praktik Keguruan merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Malang. Dalam pelaksanaan praktik keguruan mahasiswa berperan sebagai guru praktik guna mendidik siswa di sekolah. Skripsi ini dilatar belakangi oleh sebuah kasus dimana terdapat beberapa mahasiswa yang menjadi guru praktik tidak berminat mengajar di kelas, kesulitan selama penyampaian matari pembelajaran, kesulitan mengondisikan kelas, kesulitan dalam berkomunkasi dengan siswa, bahkan terdapat mahasiswa yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan muridnya. Oleh karena itu Penelitian ini ditunjukkan kepada Mahasiswa X, mahasiswa Y, dan Mahasiswa Z program studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang.

 

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah Analisis Kesulitan Pelaksanaan Praktik Keguruan ditinjau dari Kecerdasan Emosional. Penelitia ini bertujuan untuk menganalisis dampak rendahnya kecerdasan emosional mahasiswa terhadap kesulitan selama pelaksanaan praktik keguruan di sekolah. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di lingkungan mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data menggunakan Obseravasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa awal rendahnya tingkat kecerdasan emosional mahasiswa X, mahasiswa Y, dan mahasiswa Z disebabkan oleh faktor eksternal yaitu didikan orang tua dan interaksi dengan teman sebaya. Kemudian berimbas kepada faktor internal tiap-tiap mahasiswa. Akibat rendahnya kecerdasan emosional ketiga mahasiswa tersebut selama menjadi guru praktik selama pelaksaaan praktik keguruan adalah pertama, tidak memiliki modal awal sebelum mengajar di sekolah sebab mereka tidak melakukan persiapan karena merasa tidak berminat menjadi guru dan rendahnya rasa bertanggung jawab. Kedua, terdapat perubahan pola mengajar yang semula baik menjadi asal-asalan sebab mahasiswa yang menjadi guru praktik larut dalam kekuasaan perasaan sehingga kurang berfikir rasional dan kurang dalam melakukan intropeksi diri. Ketiga, pembelajaran menjadi monoton dan tidak mengasyikkan karena rendahnya motivasi dan inovasi. Keempat, mahasiswa Y dan mahasiswa Z kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran dikarenakan rendahnya rasa percaya diri. Kelima, pembelajaran menjadi kurang jelas dan mudah dipahami serta permasalahan dengan siswa tidak kunjung terselesaikan karena mahasiswa X, mahasiswa Y, dan mahasiswa Z belum mampu memahami siswa sekaligus rendah dalam berinterkasi dengan siswa. Oleh karena itu hubungan antara ketiga mahasiswa tersebut yang menjadi guru praktik dengan siswa tidak terjalin. Demikian seharusnya perlu diketahui bahwa pentingnya selalu melatih kecerdasan emosional untuk mahasiswa keguruan.