SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Ketidakpatuhan Perpu LKPD terhadap Indeks Persepsi Korupsi Pemerintah Daerah di Indonesia dengan Opini Audit sebagai Varibel Intervening

Risa Mariatussolihah

Abstrak


RINGKASAN.

Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaaan untuk memenuhi kepentingan pribadi. Korupsi dipahami sebagai prilaku pejabat-pejabat sektor publik – politisi, pegawai negeri yang memakai kekuasaan dan wewenang sosial untuk memperkaya diri sendiri dan bersama. Penyebab korupsi adalah tidak diterapkannya akuntabilitas  dengan baik dan menyeluruh. Teori atribusi adalah teori yang menjelaskan penyebab dari terjadinya suatu kejadian atau perilaku, baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal. aktor eksternal antara lain kelemahan SPI entitas maupun kepatuhan entitas atas Perpu LKPD. Sedangkan faktor internal dalam penelitian ini digambarkan dari pemberian opini audit, yang mempengaruhi professional judgement auditor dalam pertimbangan memberikan opini yang dapat mempengaruhi indeks persepsi korupsi Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian intern dan ketidakpatuhan Perpu LKPD terhadap indeks persepsi korupsi pemerintah daerah di Indonesia tahun 2013-2017 dengan opini audit sebagai variabel intervening. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berupa eksplanasi (explanatory research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari IHPS BPK dan Transparency International Indonesia. Analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern dan ketidakpatuhan Perpu LKPD berpengaruh negatif terhadap indeks persepsi korupsi melalui opini audit. Pengaruh SPI dan ketidakpatuhan Perpu LKPD secara lansung berkontribusi lebih besar terhadap indeks persespi korupsi dibandingkan dengan pengaruh tidak lansung melalui opini audit. Saran bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian secara kualitatif tentang tingkat korupsi agar mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.