SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perilaku UMKM dalam Pencatatan Keuangan

Erika Erika

Abstrak


RINGKASAN.

Sesuai dengan realita yang ada, beberapa UMKM di Kota Malang masih belum membuat pencatatan keuangan untuk usaha mereka yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ikatan Akuntansi Indonesia sudah menerbitkan standar akuntansi keuangan untuk UMKM yakni SAK ETAP dan pada 1 Januari 2018 SAK EMKM telah berlaku efektif. SAK baru ini disusun untuk  memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro kecil dan menengah yang belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur dalam SAK ETAP. Namun perilaku pelaku UMKM akan pencatatan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku saat ini bisa dibilang masih minim. Hal ini dikarenakan UMKM memiliki cara atau metode tersendiri dalam mencatat keuangannya dalam memenuhi kebutuhan penyajian informasi keuangannya, yang bisa dibilang sangat mudah bagi mereka untuk diterapkan pada usahanya dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka saat ini. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pencatatan keuangan pelaku UMKM keripik buah tersebut.

Pencatatan keuangan oleh pelaku UMKM sejalan dengan teori alasan bertindak atau Theory of Reasoned Action (TRA) yang menyatakan bahwa perilaku seseorang yang diprediksi melalui niatnya. Niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku menentukan akan dilakukan atau tidak dilakukannya perilaku tersebut. Pelaku UMKM akan memiliki niat untuk melakukan pencatatan keuangan dan keyakinan mengenai hasil yang akan diperoleh dari perilakunya tersebut. Kemudian yang bersangkutan akan memutuskan melakukannya atau tidak.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan metode fenomenologi. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah tiga UMKM keripik buah yakni SoKressh, Putri Alin Jaya dan Berkah.

Hasil dari penelitian ini adalah usaha keripik buah SoKressh dan Putri Alin Jaya sampai saat ini masih mencatat keuangan mereka secara sederhana yakni mencatat uang masuk, uang keluar, dan perhitungan laba. Catatan keuangan ini selain ditujukan untuk pemilik juga digunakan untuk menghitung pajak dan akses untuk mempermudah pinjaman bank. Sedangkan usaha keripik buah Berkah saat ini sudah tidak membuat catatan keuangan dan hanya mengumpulkan nota-nota penjualan saja.