SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur Kelas XII Semester 2 di SMK Akuntansi

Diah Ayu Aninda,

Abstrak


RINGKASAN.

Aninda, Diah Ayu. 2018.Pengembangan Modul Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur Kelas XII Semester 2 di SMK Akuntansi. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E, M.Si,Ak.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Modul Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufakur.

Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan dan pembaharuan kearah lebih baik. Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 merupakan perbaikan dari Kurikulum 2013 sebelumnya. Perubahan ini adalah hasil dari kebutuhan akan bahan ajar, khususnya pada mata pelajaran baru yaitu praktikum akuntansi perusahaan manufaktur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru akuntansi, diperoleh informasi bahwa bahan ajar yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, modul dikembangkan untuk mengatasi permasalahan terbatasnya bahan ajar pada mata pelajaran praktikum akuntansi perusahaan manufaktur. Penelitian dan pengembangan ini  mengacu pada model Research dan Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall (1983). Prosedur yang dilakukan dimodifikasi menjadi delapan tahapan yang meliputi, analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi 1, uji coba produk, revisi 2, produk akhir, dan diseminasi produk. Validasi ahli meliputi validasi bahan ajar, validasi materi dan pengguna terbatas. Untuk uji coba lapangan terbatas dilakukan oleh 17 siswa. Validasi ahli dan uji coba lapangan terbatas menyarankan bahwa modul praktikum manufaktur dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam kegiatan mengajar.Produk yang dikembangkan ini mencakup 2 buku utama, modul kegiatan siswa dan lembar kerja siswa, yang diadaptasi dari tuntutan tuntutan Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Modul disusun dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran agar siswa dapat belajar secara mandiri. Pengembangan produk lebih lanjut dapat dikemas dalam bentuk elektronikdan sebagai petunjuk untuk guru untuk meningkatkan dan mengetahui hasil belajar.