SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Profesionalisme Auditor Berdasarkan Gender Pada KAP Di Kota Malang

Fadilla Cahyaningtyas

Abstrak


ABSTRAK

Cahyaningtyas, Fadilla. 2010. Perbedaan Tingkat profesionalisme Auditor berdasarkan Gender pada KAP di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, FE, UM. Pembimbing (1) DR. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si., Ak. (2) Triadi Agung Sudarto, S.E., Ak., M.si.

Kata Kunci: Profesionalisme, Auditor, Gender

Profesionalisme menjadi syarat utama bagi orang yang ingin bekerja sebagai auditor eksternal di KAP. Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi dicerminkan dalam lima dimensi, yaitu pengabdian terhadap profesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan hubungan dengan sesama profesi. 

Penelitian ini bertujuan unuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor pria dan auditor wanita pada KAP di Kota Malang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik di Kota Malang tahun 2010 yang berjumlah 45 auditor dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian karena metode pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu convenience sampling. Metode pengumlan data yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan mengirimkan kuesioner melalui pos (mail survey) yang disertai dengan surat permohonan untuk menjadi responden, diantar sendiri maupun menitipkan kuesioner pada contact person dari KAP tempat responden bekerja. Analisis data menggunakan Independent Sampel T test (uji T untuk dua sampel independen).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat profesionalisme auditor berdasarkan gender pada KAP di Kota Malang. Alasan yang mendasar berkaitan dengan tidak adanya perbedaan tingkat profesionalisme antara auditor wanita dengan pria adalah keunggulan wanita terletak pada kesabaranya, ketekunan, keuletan dan akurasi dalam penghitungan, tepat bagi karir sebagai seorang akuntan.

Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya diharapkan (1) melakukan wawancara pada Kantor Akuntan Publik, (2) memperluas area penelitian, (3) ditambah variabel-variabel lain seperti berdasarkan hierarki jabatan, lama pengalaman kerja, dan sebagainya, (4) memperluas sampel penelitian seperti akuntan pendidik, akuntan manajemen, ataupun akuntan pemerintahan. Bagi Kantor Akuntan Publik diharapkan (1) dapat memberikan peluang yang sama baik terhadap auditor pria ataupun auditor wanita dalam merekruitmen akuntan publik, (2) memberikan porsi dan kesempatan yang sama bagi auditornya baik itu wanita ataupun pria untuk mengembangkan kariernya.