SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefekti f an Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kecakapan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Kejuruan .

Ni Wayan Suarniati

Abstrak


RINGKASAN.

Siswa SMK membutuhkan kecakapan berpikir kritis, yang merupakan persyaratan memasuki dunia kerja dan belajar mandiri seumur hidup. Namun faktanya sebagianbesar sekolah kejuruan di Indonesia belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis, karena guru hanya meminta siswauntuk belajar, namun jarang mengajari siswa cara belajar, sehingga mereka sulit untuk memecahkan masalah dan berpikir kritis. Konselor memiliki peran sentral dalam pengembangan kecakapan berpikir kritis yaitu sebagai leader, initiator, fasilitator, dan konsultan. Karena itu dalam pengembangan kecakapan berpikir kritis perlu adanya kolaborasi antara konselor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan bidang pribadi-sosial siswa dengan guru mata pelajaran dalam penggunaan strategi pembelajaran yang dapat mendorongkecakapanberpikirkritissiswa SMK.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan strategi pembelajaran berbasis masalah terhadap kecakapan berpikir kritis siswa SMK. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran berbasis pemecahan masalah, yang terdiri atas tujuh tahap kegiatan. Tahap 1 orientasi pada masalah, tahap 2 eksplorasi, tahap 3 mengorganisasi siswa untuk belajar, tahap 4 membuat penyelidikan, tahap 5 menyajikan hasil karya, tahap 6 menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, dan tahap 7 penilaian dan refleksi. Variabel terikat dari penelitian ini adalah kecakapan berpikir kritis. Kecakapan berpikir kritis ini ditunjukkan oleh lima dimensi, yaitu (1) kecakapan membuat kesimpulan berdasarkan fakta khusus (inference), (2) kecakapan mengakui asumsi, (3) kecakapan dalam menafsirkan (interpretation), (4) kecakapan dalam mengambil kesimpulan berdasarkan teori atau pendapat umum (deduction) dan (5) kecakapan dalam mengevaluasi alasan/pendapat (evaluation of argument).

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) dengan kelompok kontrol (pre tes dan pos tes) non ekuivalen (nonequivalent pre test and post test control group design). Subjek dalam penelitian ini ditetapkan dengan menggunakan teknikpengambilan sampel berdasarkan kelompok tertentu (cluster random sampling). Subjek penelitian berjumlah 66 siswa,  33 siswa sebagai kelompo keksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran berbasis masalah dan 33 siswa sebagai kelompokkontrol yang mendapatkan perlakuan pembelajaran konvensional. Guna kepentingan tersebut, disusun dua buah buku yaitu: (1) Buku Perlakuan Pembelajaran Berbasis Masalah dan (2) Buku Perlakuan Pembelajaran Konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berpikir kritis yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pembelajaran dilakukan seperti biasa pada kedua kelompok dan  pada saat pelaksanaannya diobservasi dan dievaluasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun peneliti. Analisis data yang digunakan adalah uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kecakapan berpikir kritis siswa. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan kecakapan berpiki rkritis pada siswa SMK yang diajarkan dengan strategi pembelajaran berbasis masalah dengan strategi pembelajaran konvensional di mana nilai rata-rata strategi pembelajaran berbasis masalah sebesar 50,79, sedangkan nilai rata-rata strategi pembelajaran konvensional sebesar 28.79 dengannilaithitung16,874 signifikan pada level 0,000. Pembahasan dari temuan penelitian ini adalah berkenaan dengan: (1) Pembahasan tentang