SKRIPSI Jurusan Akutansi - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Gender, Tingkat Pendidikan dan Status Pernikahan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Surabaya Rungkut

Noor Frenda Brilian Surya

Abstrak


RINGKASAN

 

Surya, Noor Frenda Brilian. 2018. Pengaruh Gender, Tingkat Pendidikan dan Status Pernikahan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA.

 

Kata Kunci: Gender, Tingkat Pendidikan, Status Pernikahan, Kepatuhan  Perpajakan

Sistem pemungutan pajak di Indonesia menggunakan self assessment system dimana sistem ini menekankan Wajib Pajak yang berperan aktif dalam pemungutan pajak. Hal ini berarti bahwa Wajib Pajak merupakan subyek yang sangat berpengaruh dalam perpajakan di Indonesia. Gender, tingkat pendidikan dan status pernikahan merupakan karakteristik yang ada di dalam diri Wajib Pajak. Grand Theory yang digunakan adalah teori atribusi. Teori atribusi menjelaskan alasan seseorang berperilaku. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi seseorang berperilaku yakni  faktor internal dan eksternal. Faktor internal dalam penelitian ini adalah gender, tingkat pendidikan dan status pernikahan dapat mempengaruhi seseorang untuk berperilaku patuh atau tidak patuh pajak. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gender, tingkat pendidikan dan status pernikahan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Surabaya Rungkut.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Surabaya Rungkut. Pengambilan sampel menggunakan sampling incidental sehingga didapatkan sampel sebesar 100 responden Wajib Pajak Orang Pribadi.  Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman dengan bantuan software statistik SPSS.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat satu variabel yang mempengaruhi kepatuhan perpajakan. Variabel tersebut yakni tingkat pendidikan. Variabel tingkat pendidikan mempunyai pengaruh positif. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan perpajakan. Sedangkan untuk variabel gender dan status pernikahan tidak mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu menambah atau mengganti variabel bebas dengan faktor eksternal seperti sanksi pajak, pengetahuan peraturan perpajakan dan lain-lain. Penelitian selanjutnya dapat menguji variabel gender dari sudut sifat seseorang yakni feminin dan maskulin. Selain itu perlu ditambahkan wawancara sebagai instrumen penelitian dimana wawancara sebagai pendukung data kuisioner yang terkumpul. Terakhir, perlu menambah jumlah sampel agar hasil temuan lebih mewakili populasi yang ada.